Meski begitu, bukan berarti anak tidak perlu makan sama sekali. dr. Lucky menyarankan agar orang tua memberikan makanan dengan tekstur lembut, tidak terlalu panas, dan tidak asam agar lebih nyaman dikonsumsi anak.
Selain itu, makanan sebaiknya diberikan dalam porsi kecil tetapi lebih sering. Cara ini dinilai dapat membantu anak tetap mendapatkan asupan tanpa merasa terbebani.
“Makan tetap makan ya, tapi jangan dipikir kayak medan perang yang harus habis gitu. Bisa porsinya kecil tapi sering, teksturnya lebih lembut, makanannya tidak perlu panas, tidak perlu asam, dan tidak membuat mulut semakin perih. Kalau anak sudah lebih nyaman, biasanya makannya juga pelan-pelan ikut membaik,” tuturnya.
Namun, orang tua perlu waspada apabila anak sama sekali tidak mau minum, frekuensi buang air kecil berkurang drastis, muntah terus-menerus, atau terlihat sangat lemas. Menurut dr. Lucky, kondisi tersebut perlu segera diperiksakan ke dokter.
“Tapi kalau anak tidak mau minum, pipis sangat berkurang, muntah terus, atau tampak sangat lemas, itu bukan sekadar enggak mau makan, itu perlu diperiksa. Jadi saat anak demam jangan langsung merasa gagal karena piringnya enggak kosong,” pungkasnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.