Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mengenal Prosedur Egg Freezing yang Dilakukan Para Artis

Kurniasih Miftakhul Jannah , Jurnalis-Minggu, 24 Mei 2026 |12:52 WIB
Mengenal Prosedur Egg Freezing yang Dilakukan Para Artis
Mengenal Prosedur Egg Freezing yang Dilakukan Para Artis (Foto: Canva)
A
A
A

JAKARTA - Egg freezing menjadi salah satu prosedur medis yang mulai banyak dikenal publik, termasuk karena sejumlah artis memilih menjalani metode ini untuk menjaga peluang kehamilan di masa depan. Teknologi tersebut memungkinkan perempuan menyimpan sel telur dalam kondisi beku agar kualitasnya tetap terjaga hingga waktu yang diinginkan untuk memiliki anak.

Seiring bertambahnya usia, jumlah dan kualitas sel telur pada perempuan akan terus menurun. Padahal, kualitas sel telur menjadi salah satu faktor penting dalam proses kehamilan dan perkembangan janin yang sehat. Karena itu, egg freezing hadir sebagai alternatif untuk mempertahankan kualitas sel telur sebelum mengalami penurunan signifikan.

Dalam tubuh perempuan, cadangan sel telur sebenarnya sudah terbentuk sejak lahir. Bayi perempuan diketahui memiliki sekitar dua juta sel telur di ovarium. Namun jumlah tersebut akan terus berkurang seiring waktu karena tidak semua sel telur berkembang hingga matang.

Saat memasuki usia remaja, jumlah sel telur biasanya tersisa sekitar 400 ribu. Pada masa inilah hormon reproduksi mulai membantu proses pematangan sel telur sehingga siap dibuahi. Semakin baik kualitas dan jumlah sel telur, semakin besar pula peluang kehamilan.

Namun, penurunan cadangan sel telur terjadi secara alami setiap siklus menstruasi. Memasuki usia 35 tahun ke atas, kualitas dan jumlah sel telur umumnya menurun lebih cepat sehingga peluang kehamilan ikut berkurang.

Kondisi inilah yang membuat sebagian perempuan memilih prosedur egg freezing, terutama bagi mereka yang belum ingin hamil dalam waktu dekat atau harus menjalani pengobatan tertentu yang dapat memengaruhi kesuburan.

Apa Itu Egg Freezing?

Melansir informasi dari RS Pondok Indah, egg freezing atau cryopreservation merupakan prosedur pembekuan sel telur agar dapat digunakan di kemudian hari.

Dalam prosedur ini, dokter akan mengambil sel telur dari ovarium setelah melalui proses stimulasi hormon. Sel telur tersebut kemudian dibekukan menggunakan teknologi khusus untuk mempertahankan kualitasnya.

Sel telur yang sudah dibekukan nantinya dapat digunakan kembali dalam program kehamilan berbantu seperti bayi tabung atau in vitro fertilization (IVF).

Umumnya, sel telur beku dapat disimpan hingga sekitar 10 tahun, tergantung kebijakan dan kondisi medis tertentu.

Alasan Perempuan Menjalani Egg Freezing

Awalnya, teknologi ini banyak digunakan untuk pasien kanker yang harus menjalani kemoterapi atau tindakan medis lain yang berisiko merusak ovarium dan menurunkan kesuburan.

Namun kini, semakin banyak perempuan sehat yang memilih egg freezing dengan berbagai pertimbangan, seperti:

  • Belum menikah tetapi ingin menjaga peluang kehamilan di masa depan.
  • Ingin menunda kehamilan karena pendidikan atau karier.
  • Memiliki kondisi medis tertentu seperti endometriosis atau PCOS.
  • Akan menjalani operasi atau terapi yang berisiko memengaruhi kesuburan.

Kapan Waktu Ideal Melakukan Egg Freezing?

Prosedur egg freezing umumnya disarankan dilakukan pada usia 20 hingga 35 tahun. Pada rentang usia tersebut, kualitas sel telur masih berada dalam kondisi terbaik.

Beberapa penelitian menunjukkan perempuan yang membekukan sekitar 10–20 sel telur sebelum usia 35 tahun memiliki peluang cukup tinggi untuk menjalani kehamilan sehat di kemudian hari.

Meski demikian, perempuan di atas usia 35 tahun tetap bisa menjalani prosedur ini setelah menjalani pemeriksaan dan konsultasi dengan dokter spesialis fertilitas.

Bagaimana Proses Egg Freezing Dilakukan?

Tahapan egg freezing dimulai dengan pemberian hormon untuk merangsang ovarium memproduksi lebih banyak sel telur. Setelah matang, sel telur akan diambil melalui prosedur medis singkat.

Selanjutnya, sel telur dibekukan menggunakan teknik khusus agar kualitasnya tetap terjaga selama masa penyimpanan.

Di Indonesia, penggunaan sel telur beku diatur dalam peraturan yang berlaku dan hanya dapat digunakan oleh pemilik sel telur bersama pasangan sah dalam program kehamilan berbantu.

Dengan perkembangan teknologi reproduksi, egg freezing kini menjadi salah satu pilihan bagi perempuan yang ingin menjaga peluang memiliki keturunan di masa depan tanpa harus terburu-buru menjalani kehamilan.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement