
Cara ini mungkin terdengar unik, tetapi dipercaya dapat membantu membuka saluran napas dan merangsang saraf di area tenggorokan. Tarikan ringan pada lidah disebut dapat membantu meredakan kejang kecil pada diafragma penyebab cegukan.
Tekstur kasar gula dipercaya mampu merangsang saraf di bagian belakang tenggorokan dan membantu mengganggu refleks cegukan. Metode ini cukup sering digunakan sebagai pengobatan rumahan sederhana.
Teknik ini dilakukan untuk meningkatkan kadar karbon dioksida di dalam darah dengan cara menghirup dan mengembuskan napas ke dalam kantong kertas selama beberapa saat. Namun cara ini harus dilakukan hati-hati dan tidak disarankan terlalu lama, terutama bagi orang dengan gangguan pernapasan.
Namun, kondisi berbeda perlu diperhatikan jika cegukan berlangsung lebih dari dua hari. Dalam dunia medis, cegukan berkepanjangan dapat mengganggu kualitas hidup karena membuat penderitanya sulit makan, tidur, hingga beraktivitas normal.
Untuk kasus seperti ini, dokter biasanya akan mencari penyebab utama cegukan sebelum menentukan pengobatan yang tepat. Beberapa obat yang dapat diresepkan antara lain chlorpromazine, metoclopramide, baclofen, gabapentin, hingga obat penurun asam lambung.
Selain obat-obatan, beberapa terapi lain juga bisa dipertimbangkan seperti blok saraf atau hipnosis. Sementara itu, penggunaan akupunktur masih membutuhkan lebih banyak penelitian untuk memastikan efektivitasnya.
(Djanti Virantika)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.