CEGUKAN merupakan kondisi umum yang hampir pernah dialami semua orang. Meski biasanya berlangsung singkat, cegukan terkadang bisa terasa sangat mengganggu, apalagi jika muncul terus-menerus dalam waktu lama.
Hingga saat ini, para ahli sebenarnya belum menemukan metode pasti yang benar-benar terbukti ampuh untuk menghentikan cegukan secara instan. Namun, sebagian besar cegukan sementara biasanya akan hilang dengan sendirinya tanpa pengobatan khusus.

Meski begitu, banyak orang mencoba berbagai cara rumahan untuk meredakan cegukan. Beberapa metode dipercaya dapat membantu dengan merangsang saraf vagus atau meningkatkan kadar karbon dioksida di paru-paru.
Dilansir dari NHS.uk, Sabtu (23/5/2026), berikut 7 cara ampuh mengatasi cegukan dengan cepat:
Cara ini menjadi metode paling umum yang sering dilakukan saat cegukan muncul. Menahan napas dipercaya dapat meningkatkan kadar karbondioksida dalam tubuh sehingga membantu diafragma kembali rileks dan menghentikan refleks cegukan.
Biasanya, menahan napas dilakukan selama beberapa detik. Lalu, seseorang bisa mengembuskan napas perlahan.
Meneguk air dingin sedikit demi sedikit dipercaya dapat membantu merangsang saraf bagus yang berhubungan dengan refleks cegukan. Selain itu, gerakan menelan berulang saat minum air juga dianggap membantu menghentikan kontraksi pada diafragma.
Sensasi dingin dari air es diyakini dapat memberikan rangsangan pada area tenggorokan dan saraf tertentu sehingga refleks cegukan perlahan mereda. Cara ini juga sering dipilih karena cukup mudah dilakukan di rumah.
Rasa asam yang kuat dari lemon dapat memberikan kejutan pada sistem saraf tubuh. Beberapa orang percaya metode ini membantu mengalihkan refleks tubuh yang menyebabkan cegukan sehingga frekuensinya berkurang.

Cara ini mungkin terdengar unik, tetapi dipercaya dapat membantu membuka saluran napas dan merangsang saraf di area tenggorokan. Tarikan ringan pada lidah disebut dapat membantu meredakan kejang kecil pada diafragma penyebab cegukan.
Tekstur kasar gula dipercaya mampu merangsang saraf di bagian belakang tenggorokan dan membantu mengganggu refleks cegukan. Metode ini cukup sering digunakan sebagai pengobatan rumahan sederhana.
Teknik ini dilakukan untuk meningkatkan kadar karbon dioksida di dalam darah dengan cara menghirup dan mengembuskan napas ke dalam kantong kertas selama beberapa saat. Namun cara ini harus dilakukan hati-hati dan tidak disarankan terlalu lama, terutama bagi orang dengan gangguan pernapasan.
Namun, kondisi berbeda perlu diperhatikan jika cegukan berlangsung lebih dari dua hari. Dalam dunia medis, cegukan berkepanjangan dapat mengganggu kualitas hidup karena membuat penderitanya sulit makan, tidur, hingga beraktivitas normal.
Untuk kasus seperti ini, dokter biasanya akan mencari penyebab utama cegukan sebelum menentukan pengobatan yang tepat. Beberapa obat yang dapat diresepkan antara lain chlorpromazine, metoclopramide, baclofen, gabapentin, hingga obat penurun asam lambung.
Selain obat-obatan, beberapa terapi lain juga bisa dipertimbangkan seperti blok saraf atau hipnosis. Sementara itu, penggunaan akupunktur masih membutuhkan lebih banyak penelitian untuk memastikan efektivitasnya.
(Djanti Virantika)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.