JAKARTA - Banyak anggapan yang menyebut penggunaan celana dalam ketat dapat membuat pria mandul. Mitos ini cukup sering dipercaya masyarakat, terutama karena dikaitkan dengan suhu di area reproduksi pria dan kualitas sperma.
Padahal, kesuburan pria dipengaruhi oleh banyak faktor dan bukan hanya soal jenis pakaian yang digunakan sehari-hari. Dalam dunia medis, infertilitas pria bahkan disebut berkontribusi terhadap hampir setengah dari kasus sulit hamil pada pasangan.
Berbagai mitos tentang kesuburan pria, mulai dari jumlah sperma, kebiasaan seksual, hingga gaya hidup, masih banyak beredar di masyarakat. Informasi yang keliru ini kerap memicu kecemasan hingga membuat seseorang menjalani penanganan yang sebenarnya tidak diperlukan.
Mengutip informasi dari drtomarswellness.com, penggunaan pakaian dalam ketat memang dapat meningkatkan suhu di sekitar testis. Namun, kondisi tersebut umumnya tidak sampai menyebabkan kemandulan permanen.
Produksi sperma diketahui bekerja lebih optimal pada suhu yang sedikit lebih rendah dibanding suhu tubuh normal. Karena itu, paparan panas berlebih dalam jangka panjang memang dapat memengaruhi kualitas sperma.
Meski begitu, penggunaan celana dalam ketat sesekali biasanya tidak memberikan dampak serius terhadap kesuburan pria.
Beberapa kebiasaan yang justru dinilai lebih berisiko meningkatkan suhu di area testis antara lain:
Untuk itu, menjaga pola hidup sehat dan menghindari paparan panas berlebih dinilai lebih penting dibanding terlalu khawatir terhadap penggunaan celana dalam ketat semata. Moderasi tetap menjadi kunci untuk menjaga kesehatan reproduksi pria.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.