Ia menambahkan, pengeluaran transportasi juga bisa ditekan dengan mencari opsi yang lebih hemat. Misalnya berbagi kendaraan dengan rekan kerja, menggunakan transportasi umum, hingga bersepeda ke kantor.
“Kalau biaya transport terasa memberatkan, mau tidak mau kita cari alternatif yang lebih hemat,” katanya.
Sementara itu, prioritas terakhir adalah pengeluaran yang bersifat hiburan atau kesenangan pribadi. Pengeluaran seperti nongkrong di kafe, jajan berlebihan, hingga menonton hiburan sebaiknya dikurangi sementara waktu jika kondisi keuangan sedang ketat.
“Untuk kebutuhan yang sifatnya kesenangan, ini memang harus dihentikan dulu ketika pengeluaran semakin besar sementara penghasilan tidak bertambah,” ujar Andi.
Ia menegaskan, disiplin mengatur pengeluaran menjadi kunci agar kondisi finansial keluarga tetap stabil di tengah pelemahan rupiah dan kenaikan harga kebutuhan rumah tangga.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.