BANYAK orang mengira nyeri tumit yang muncul saat pertama kali menginjak lantai di pagi hari adalah tanda tubuh kekurangan kalsium atau bahkan asam urat. Padahal, secara medis, keluhan ini lebih sering berkaitan dengan gangguan pada jaringan telapak kaki yang disebut plantar fasciitis.
Kondisi ini cukup umum dan sering dialami oleh orang. Biasanya mereka yang mengalami orang-orang yang banyak berdiri, berjalan jauh, atau menggunakan alas kaki yang kurang mendukung.

Dokter ortopedi dari Rumah Sakit Columbia, dr. Aldo Fransiskus Marsetio, B.med.Sc, Sp.OT(K), Subsp. CO (K), dalam acara Morning Zone yang tayang di Youtube Official Okezone memberikan penjelasan soal rasa nyeri tersebut. Dia mengatakan telapak kaki manusia memiliki jaringan penting bernama plantar fascia.
Jaringan ini membentang dari tumit hingga ke bagian depan kaki. Fungsinya membantu menopang berat tubuh saat berdiri dan berjalan.
“Malah biasanya mikirnya asam urat. Jadi, itu namanya plantar fasciitis. Jadi, di telapak kaki kita, itu ada lapisan semacam lapisan otot, namanya plantar fascia. Jadi, kalau misalnya kita berdiri itu, kan sebenarnya tumpuannya kayak tripod. Jadi, dari tumit, kemudian pangkal jempol dan pangkal kelinking,” ujar dr. Aldo.
“Ada si fascia itu di bawahnya. Nah, kalau misalnya kita nginjek, gerakan kaki kita kan sebenarnya seperti kayak pegasnya. Kalau si lapisan fascia ini kaku, dia otomatis akan jadi lebih ketarik. Dan biasanya yang jadi korban itu ya si yang di area tumit,” lanjutnya.

Lalu, kenapa nyeri di tumit paling terasa di pagi hari? dr. Aldo menjelaskan hal ini terjadi karena ciri khas utama plantar fasciitis adalah nyeri yang muncul pada langkah pertama setelah bangun tidur.
Pasalnya, saat tidur. kaki tidak bergerak dalam waktu lama. Posisi kaki pun cenderung menekuk ke bawah sehingga jaringan plantar fascia menjadi kaku. Saat kaki pertama menapak, jaringan langsung tertarik secara mendadak
“Sakitnya lebih sering pagi-pagi, karena semalaman udah enggak ngapa-ngapain, kan? Nggak ada aktivitas. Terus kaki cenderung nekuk ke bawah,” ujar dr. Aldo.
“Jadi, lebih mendek. Jadi, pas pertama kali nginjek, muncul rasa sakit. Tapi kalau misalnya diajak jalan, lama-lama berkurang,” sambungnya.
Rasa nyeri ini pun dipastikan bukan tanda kekurangan kalsium. Pasalnya, kekurangan kalsium umumnya tidak menimbulkan nyeri tumit spesifik saat bangun pagi.
Gejala kekurangan kalsium lebih sering berupa keram otot, kesemutan, hingga gangguan pada kekuatan tulang dalam jangka panjang. Sementara itu, nyeri pada plantar fasciitis lebih berkaitan dengan faktor mekanik dan aktivitas fisik, seperti berdiri terlalu lama, olahraga berlebihan (lari atau lompat), penggunaan sepatu yang tidak mendukung telapak kaki, berat badan berlebih, dan struktur kaki tertentu (flat foot atau lengkung tinggi).
(Djanti Virantika)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.