Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Fakta di Balik Playground, Benarkah Sumber Virus dan Bakteri?

Agustina Wulandari , Jurnalis-Kamis, 14 Mei 2026 |21:00 WIB
Fakta di Balik Playground, Benarkah Sumber Virus dan Bakteri?
Area bermain anak atau playground. (Foto: dok Freepik)
A
A
A

JAKARTA - Area bermain atau playground jadi favorit anak untuk bersenang-senang sekaligus menstimulasi sensorik dan motoriknya. Dengan adanya kolam bola, perosotan, serta arena mainan lainnya popularitasnya pun kian meningkat. Namun, berdasarkan penelitian yang dilansir dari ScienceDaily dalam American Journal of Infection Control (AJIC) ternyata playground dapat berkontribusi pada penularan kuman dan bakteri.

Menurut studi tersebut, sering kali area bermain ini terkontaminasi oleh beragam jenis kotoran, seperti muntahan, feses, atau air seni, sehingga menciptakan lingkungan yang mendukung terjadinya penularan. Sangat disayangkan, proses pembersihan mungkin baru dilakukan setelah berhari-hari atau bahkan berminggu-minggu. Tentu saja hal ini memberikan waktu bagi mikroorganisme untuk menumpuk dan berkembang biak hingga tingkat yang dapat menyebabkan infeksi pada anak-anak dan membuat mereka sakit.

Para peneliti dari Universitas North Georgia meneliti enam kolam bola di negara bagian Georgia. Sembilan hingga 15 bola dipilih secara acak dari kedalaman yang berbeda-beda di setiap kolam bola untuk diambil sampelnya.

Studi tersebut menemukan kolonisasi mikroba yang signifikan di kolam bola yang diuji, termasuk delapan jenis bakteri dan satu jenis ragi yang berpotensi menyebabkan penyakit. Kolonisasi bakteri ditemukan mencapai ribuan sel per bola, yang secara jelas menunjukkan potensi penularan organisme ini meningkat serta kemungkinan infeksi yang lebih tinggi.

“Kami menemukan variasi yang cukup besar dalam jumlah mikroorganisme di antara berbagai sampel kolam bola,” kata peneliti utama studi ini, Mary Ellen Oesterle dari Departemen Terapi Fisik, Universitas North Georgia. 

“Hal ini mengindikasikan bahwa setiap playground menerapkan protokol pembersihan dan pemeliharaan yang berbeda-beda, yang mungkin menandakan adanya kebutuhan yang lebih luas untuk memperjelas dan menetapkan standar yang dapat mengurangi risiko penularan,” katanya.

Sementara itu, Pakar Kesehatan Anak dr. Ardi Santoso mengungkapkan bahwa kolam bola, mainan, dan perosotan telah disentuh ratusan tangan setiap hari, sehingga menyebabkan penularan influenza, RSV, diare, hingga penyakit kulit lebih tinggi. Dari Instagram pribadinya @ardisantoso, ia menyarankan, anak-anak tetap boleh bermain, tapi jangan lengah terhadap beberapa hal berikut ini: cuci tangan, jika anak sakit jangan bawa ke playground, dan hindari makan saat tangan kotor.

Jadi dapat disimpulkan bahwa penelitian ini mengungkap adanya virus dan bakteri di area playground. Namun, Moms perlu pastikan si Kecil tetap menggunakan kaus kaki dan membersihkan tangan anak setelah bermain.

(Agustina Wulandari )

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement