JAKARTA - Jantung berdebar dan napas terasa ngos-ngosan saat marah ternyata merupakan respons alami tubuh terhadap emosi yang memuncak. Meski sering dianggap biasa, kondisi tersebut juga bisa menjadi tanda gangguan kesehatan tertentu apabila terjadi berulang atau disertai gejala lain.
Secara umum, jantung berdebar dan sesak napas dapat muncul setelah aktivitas berat, olahraga, atau ketika seseorang mengalami tekanan emosional seperti marah dan cemas. Namun dalam beberapa kasus, kondisi ini juga berkaitan dengan gangguan kesehatan fisik maupun mental.
Berikut beberapa kondisi yang dapat memicu jantung berdebar dan sesak napas yang dilansir dari laman Mandaya Hospitals Group:
1. Kecemasan
Saat seseorang merasa cemas atau marah, tubuh akan mengaktifkan sistem saraf otonom yang mengatur detak jantung, pernapasan, dan respons tubuh lainnya. Akibatnya, jantung berdetak lebih cepat dan napas terasa pendek.
Selain itu, kecemasan juga dapat memicu gejala lain seperti tubuh gemetar, berkeringat dingin, otot tegang, mudah lelah, hingga gangguan pencernaan.
Jika kecemasan muncul terus-menerus tanpa penyebab yang jelas, kondisi ini sebaiknya diperiksakan ke dokter karena bisa mengarah pada gangguan kecemasan atau gangguan panik.
2. Serangan Panik (Panic Attack)
Serangan panik adalah kondisi ketika seseorang tiba-tiba merasakan ketakutan atau kecemasan yang sangat intens.
Gejalanya meliputi jantung berdebar, sesak napas, nyeri dada, tubuh gemetar, pusing, mual, hingga muncul perasaan seolah sesuatu yang buruk akan terjadi.
Walau tidak mengancam nyawa secara langsung, serangan panik yang terjadi berulang dapat mengganggu kualitas hidup dan kesehatan mental.
3. Serangan Jantung
Gejala serangan jantung sering kali mirip dengan serangan panik, tetapi kondisi ini jauh lebih berbahaya dan membutuhkan penanganan medis segera.
Serangan jantung terjadi ketika aliran darah ke otot jantung terganggu sehingga jaringan jantung mengalami kerusakan.
Selain jantung berdebar dan sesak napas, gejala lain yang perlu diwaspadai adalah nyeri dada yang menjalar ke rahang, leher, bahu, atau punggung, disertai keringat dingin, mual, dan rasa lemas.
4. Gagal Jantung
Gagal jantung terjadi ketika jantung tidak mampu memompa darah secara optimal ke seluruh tubuh.
Kondisi ini dapat menyebabkan sesak napas, mudah lelah, pusing, pembengkakan di kaki, hingga jantung berdebar.
Gejalanya bisa berkembang secara perlahan dalam hitungan bulan atau muncul mendadak.
5. Fibrilasi Atrium
Fibrilasi atrium adalah gangguan irama jantung yang menyebabkan detak jantung tidak teratur dan cenderung cepat.
Kondisi ini dapat meningkatkan risiko stroke dan gagal jantung. Beberapa penderita mengalami jantung berdebar, sesak napas, nyeri dada, mudah lelah, hingga penurunan kemampuan beraktivitas fisik.
Penanganan jantung berdebar dan sesak napas bergantung pada penyebabnya.
Jika dipicu stres atau emosi, cobalah mengelola stres dengan teknik relaksasi, istirahat cukup, dan menghindari pemicu emosi berlebihan.
Bila keluhan muncul setelah olahraga atau aktivitas berat, biasanya kondisi akan membaik setelah tubuh beristirahat.
Namun jika jantung berdebar dan sesak napas terjadi berulang, disertai nyeri dada, pusing berat, atau sampai mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter untuk mengetahui penyebab pastinya.
Pada kasus tertentu seperti gangguan kecemasan, dokter dapat memberikan terapi psikologis maupun obat-obatan. Sementara untuk penyakit jantung, penanganannya dapat berupa pemberian obat, tindakan medis, hingga operasi sesuai kondisi pasien.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.