JAKARTA – Penampilan band asal Amerika Serikat, The Strokes, di panggung Coachella 2026 viral dan menjadi sorotan global setelah mereka menyampaikan pesan politik dalam aksi panggungnya.
Dalam penampilan tersebut, band ini menampilkan visual berupa montase sejumlah tokoh dunia yang kematian atau penggulingannya dikaitkan baik secara terbukti maupun dugaan dengan intervensi asing, termasuk oleh badan intelijen Amerika Serikat.
Melansir The Guardian, Montase tersebut ditayangkan saat vokalis Julian Casablancas membawakan lagu Oblivius (2016). Dalam visual yang ditampilkan, muncul sejumlah tokoh seperti Patrice Lumumba, Jacobo Árbenz, hingga Salvador Allende.
Beberapa tokoh lain yang ditampilkan termasuk Mohammad Mosaddegh dan Martin Luther King Jr., meski dalam sejumlah kasus keterlibatan pemerintah Amerika Serikat masih menjadi perdebatan dan tidak seluruhnya terbukti secara hukum.
Di bagian akhir, visual tersebut juga menampilkan isu konflik di Timur Tengah, termasuk kondisi di Iran dan Palestina, yang memicu beragam respons dari publik.
Aksi panggung ini dengan cepat viral di media sosial, dengan sejumlah klip ditonton jutaan kali sebelum sebagian dihapus. Pernyataan panggung dari Casablancas juga turut menarik perhatian, terutama saat ia menyinggung konten digital yang diklaim telah dihapus dari platform.
Penampilan The Strokes menambah daftar musisi yang menggunakan panggung festival sebagai medium untuk menyampaikan sikap terhadap isu global. Sebelumnya, sejumlah artis lain juga menyuarakan pandangan serupa dalam gelaran Coachella dalam beberapa tahun terakhir.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.