Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jangan Cium Bayi Sembarangan! Ini Bahayanya

Niko Prayoga , Jurnalis-Jum'at, 17 April 2026 |13:20 WIB
Jangan Cium Bayi Sembarangan! Ini Bahayanya
Jangan Cium Bayi Sembarangan! Ini Bahayanya (Foto: Freepik)
A
A
A

JAKARTA - Mencium bayi kerap menjadi cara orang dewasa mengungkapkan rasa gemas, terutama saat pertama kali bertemu atau ketika menggendong bayi.

Namun, kebiasaan ini ternyata perlu diwaspadai. Bayi bisa saja tertular virus yang tanpa disadari dibawa oleh orang dewasa. Influencer sekaligus dokter spesialis anak, Lucky Yogasatria, menjelaskan bahwa mencium bayi dapat membahayakan kesehatannya, bahkan jika orang yang menciumnya terlihat sehat.

Ia menjelaskan, dalam dunia medis terdapat istilah carrier, yaitu seseorang yang membawa virus tanpa menunjukkan gejala. Kondisi ini membuat banyak orang tidak menyadari bahwa dirinya bisa menularkan virus kepada bayi melalui kontak dekat seperti ciuman.

“Dalam dunia medis ada istilah ‘carrier’. Artinya, orang tersebut terlihat sehat, tidak merasa sakit, tapi sebenarnya membawa virus di dalam tubuhnya,” jelas dr. Lucky dalam unggahan di Instagramnya.

Beberapa virus yang umum dibawa oleh orang dewasa antara lain virus flu, RSV (Respiratory Syncytial Virus), hingga herpes simpleks. Pada orang dewasa atau remaja dengan sistem imun yang kuat, virus ini biasanya hanya menimbulkan gejala ringan seperti batuk dan pilek, bahkan bisa sembuh tanpa pengobatan dalam beberapa hari.

“Contohnya virus flu, RSV, bahkan herpes simpleks. Pada orang dewasa mungkin hanya menyebabkan pilek ringan atau batuk biasa, dan bisa sembuh dalam hitungan hari,” ujarnya.

Namun, kondisi tersebut berbeda pada bayi, terutama bayi yang baru lahir. Sistem kekebalan tubuh bayi masih belum sempurna sehingga lebih rentan terhadap infeksi.

“Pada bayi, terutama yang baru lahir, virus yang sama bisa menyebabkan infeksi yang jauh lebih serius,” tambahnya.

Risiko penularan ini menjadi alasan mengapa banyak orang tua bersikap protektif terhadap bayinya. Karena itu, dr. Lucky mengimbau agar tamu atau penjenguk tidak tersinggung jika orang tua melarang untuk mencium atau menggendong bayi.

“Jadi, untuk para penjenguk, jika orang tua melarang bayi dicium atau digendong, jangan dianggap berlebihan. Mereka hanya berusaha semaksimal mungkin untuk melindungi bayinya,” pungkasnya.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement