Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Viral! Dedi Mulyadi Sarankan Gen Z Nikah di KUA, Langsung Fokus Beli Rumah

Niko Prayoga , Jurnalis-Selasa, 14 April 2026 |19:01 WIB
Viral! Dedi Mulyadi Sarankan Gen Z Nikah di KUA, Langsung Fokus Beli Rumah
Viral! Dedi Mulyadi Sarankan Gen Z Nikah di KUA, Langsung Fokus Beli Rumah (Foto: Instagram)
A
A
A

JAKARTA – Tren menikah sederhana di Kantor Urusan Agama (KUA) kini semakin diminati kalangan Gen Z. Konsep ini dianggap lebih praktis di tengah biaya resepsi pernikahan yang kian mahal.

Meski begitu, tren tersebut masih dianggap tabu oleh sebagian masyarakat, terutama yang memegang teguh tradisi resepsi sebagai bagian penting dari budaya pernikahan.

Namun di Jawa Barat, konsep pernikahan sederhana justru mendapat dukungan pemerintah. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyampaikan rencana untuk mendorong Gen Z menikah secara sederhana di KUA, terutama bagi mereka yang belum memiliki kesiapan finansial.

Dalam pidatonya di acara Dies Natalis UIN Sunan Gunung Djati Bandung pada Rabu (8/4/2026), ia menyarankan agar pasangan muda tidak memaksakan diri menggelar pesta besar.

“Pagi-pagi datang ke KUA, akad, sore sudah pulang, besoknya sudah dagang lagi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Dedi mengajak generasi muda untuk mengalihkan dana yang biasanya digunakan untuk resepsi ke kebutuhan yang lebih penting, seperti membeli rumah atau membayar uang muka (DP) perumahan.

“Pesta itu hanya jadi ‘raja’ semalam. Kalau punya rumah, kita bisa jadi ‘raja’ selamanya,” katanya dalam unggahan video di media sosial.

Ia juga menyoroti fenomena masyarakat yang rela berutang demi menggelar pesta pernikahan. Menurutnya, hal tersebut justru bisa memberatkan kehidupan setelah menikah.

“Tidak perlu pesta panjang, tidak perlu seserahan berlebihan apalagi sampai pinjam ke rentenir. Lebih baik akad sederhana, lalu fokus membangun kehidupan,” tegasnya.

Pernyataan tersebut viral di media sosial dan menuai beragam tanggapan. Banyak warganet yang mendukung gagasan tersebut karena dinilai lebih realistis dengan kondisi ekonomi saat ini.

“Setuju, lebih penting masa depan daripada gengsi sesaat,” tulis salah satu netizen.

Namun, ada pula yang menilai bahwa pemahaman ini juga perlu diberikan kepada orang tua agar tidak memaksakan anak menggelar pesta besar.

“Orang tua juga harus diedukasi supaya tidak menuntut resepsi mewah,” komentar warganet lainnya.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement