Meisya menjelaskan bahwa penyebab awal penyakit tersebut dianggap tidak diketahui (idiopathic).
Namun, dipahami sebagai reaksi sistem imun yang keliru dalam mengenali sel tubuh yang baik sebagai musuh.
Adapun Bambang sendiri mengalami gejala batuk dan pilek yang tak kunjung sembuh. Bahkan, Bambang mengalami munculnya lendir dari matanya.
Setelah melakukan pemeriksaan thorax dan rontgen, Bambang dinyatakan mengidap sinus kronis yang merupakan kondisi genetik dari sang ayah.
Setelahnya, Bambang menjalani pengobatan selama lima hari dengan konsumsi berbagai macam obat, mulai dari antibiotik, anti-radang, pengencer dahak, hingga cuci hidung.
Tiga hari pasca pengobatan selesai, gejala aneh lain pun mulai muncul.