Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Viral Tren Meditasi di Dalam Peti Mati di Jepang, Disebut Bantu Refleksi Hidup

Kurniasih Miftakhul Jannah , Jurnalis-Rabu, 11 Maret 2026 |12:04 WIB
Viral Tren Meditasi di Dalam Peti Mati di Jepang, Disebut Bantu Refleksi Hidup
Viral Tren Meditasi di Dalam Peti Mati di Jepang, Disebut Bantu Refleksi Hidup (Foto: Newyorkpost)
A
A
A

JAKARTA – Sebuah tren unik tengah menarik perhatian publik di Jepang. Sejumlah orang memilih bermeditasi di dalam peti mati sebagai cara untuk menenangkan pikiran sekaligus merenungkan makna kehidupan.

Melansir New York Post, praktik yang dikenal sebagai “berbaring di dalam peti mati” ini awalnya diperkenalkan oleh sebuah rumah duka di Prefektur Chiba. Seiring waktu, konsep tersebut berkembang dan mulai diminati masyarakat yang mencari metode refleksi diri serta ketenangan batin.

Dalam sesi meditasi tersebut, peserta diminta berbaring di dalam peti mati selama beberapa waktu. Ruang sempit itu justru dianggap membantu seseorang fokus pada kesadaran diri dan memikirkan kembali arti kehidupan.

Para pendukung metode ini menilai praktik tersebut dapat membantu orang memahami kerapuhan hidup dan menghargai waktu yang dimiliki.

Berkaitan dengan Budaya Perenungan Kematian

Konsep meditasi di peti mati juga berkaitan dengan tradisi Jepang yang dikenal sebagai kuyō, yakni ritual peringatan yang berkaitan dengan refleksi atas kehidupan dan kematian. Tradisi ini telah lama menjadi bagian dari budaya spiritual masyarakat Jepang.

Dalam beberapa tahun terakhir, tren ini juga muncul di tengah meningkatnya perhatian terhadap kesehatan mental, khususnya di kalangan generasi muda.

Spa Khusus dengan Peti Mati Berwarna

Tren ini bahkan berkembang menjadi layanan khusus yang ditawarkan beberapa tempat relaksasi. Salah satunya adalah spa meditasi di Tokyo bernama Meiso Kukan Kanoke-in yang menghadirkan pengalaman meditasi di dalam peti mati selama sekitar 30 menit.

Spa tersebut menyediakan berbagai pilihan peti mati dengan desain berbeda, termasuk model berwarna cerah yang disebut “peti mati lucu”. Konsep ini dirancang oleh perusahaan kreatif Grave Tokyo.

Peserta juga dapat menentukan suasana selama sesi berlangsung, mulai dari mendengarkan musik relaksasi, menonton visual yang diproyeksikan di langit-langit, hingga menikmati keheningan total.

Dorong Refleksi Hidup

Desainer peti mati dari Grave Tokyo, Mikako Fuse, menjelaskan bahwa konsep tersebut bertujuan membantu orang melihat kematian dari sudut pandang yang berbeda.

Menurutnya, pengalaman tersebut dapat menjadi sarana refleksi yang membuat seseorang lebih menghargai hidup.

Pada 2024, Fuse bahkan mengadakan lokakarya di sebuah universitas di Kyoto untuk memperkenalkan pengalaman meditasi di peti mati kepada para mahasiswa. Beberapa peserta mengaku kegiatan itu membantu mereka menenangkan pikiran sekaligus mengatur kembali kekhawatiran dalam hidup.

Meski terdengar tidak biasa, bagi sebagian orang di Jepang, praktik ini justru menjadi cara unik untuk memahami kehidupan dengan lebih mendalam.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement