Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jangan Sahur Pakai Mi Instan dan Nasi, Ini Alasannya

Mei Sada Sirait , Jurnalis-Rabu, 04 Maret 2026 |19:10 WIB
Jangan Sahur Pakai Mi Instan dan Nasi, Ini Alasannya
Jangan Sahur Pakai Mi Instan dan Nasi, Ini Alasannya (Foto: Bangkokpost)
A
A
A

“Menu sahur saya ada dua hal yang penting. Satu adalah telur rebus karena saya butuh proteinnya. Yang kedua adalah alpukat karena saya butuh lemak baik,” ujar Budi.

Kombinasi protein dan lemak sehat dinilai dapat membantu menjaga rasa kenyang lebih lama serta menghindari lonjakan gula darah secara mendadak. Dengan demikian, energi yang dihasilkan lebih stabil selama berpuasa.

“Tujuannya untuk menghindari kenaikan gula yang mendadak,” lanjutnya.

Budi Gunadi juga meluruskan soal pandangan yang menganggap sahur dengan telur dan alpukat cenderung lebih mahal. Ia menjelaskan dua butir telur diperkirakan sekitar Rp 5 ribu, sementara setengah buah alpukat sekitar Rp 7,5 ribu.

Total biaya sekitar Rp 13 ribu disebut masih sebanding dengan harga menu sarapan seperti nasi uduk yang biasanya dijual di pinggir jalan. Rekomendasi pola makan saat sahur ini menekankan pentingnya asupan protein dan lemak sehat agar energi lebih tahan lama selama menjalankan ibadah puasa.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement