JAKARTA - Biasanya penyakit jantung dikaitkan dengan apa yang dimakan dan masuk ke dalam tubuh. Namun ternyata, tak hanya soal jenis makanan, waktu makan juga tak kalah penting.
Penelitian terbaru yang dimuat di Prevention menunjukkan bahwa mengatur waktu makan—terutama kapan kita berhenti makan sebelum tidur—dapat berdampak positif pada tekanan darah, denyut jantung, dan gula darah, yang semuanya berhubungan dengan risiko penyakit jantung.
Para peneliti menganalisis efek dari memperpanjang waktu puasa malam dengan meminta peserta berhenti makan setidaknya tiga jam sebelum tidur serta menjaga suasana kamar lebih redup menjelang waktu istirahat. Hasilnya menunjukkan adanya perbaikan kesehatan jantung yang signifikan dibandingkan mereka yang tetap makan mendekati waktu tidur.
Perubahan ini menunjukkan tubuh memiliki waktu lebih lama untuk mencerna makanan sebelum tidur, sehingga sistem kardiometabolik termasuk jantung, tekanan darah, dan gula darah bisa bekerja lebih efisien.
Menghentikan makan beberapa jam sebelum tidur mungkin terdengar sepele, namun ada alasan fisiologis di baliknya:
1. Ritme Sirkadian Tubuh
Tubuh memiliki jam biologis internal yang mengatur metabolisme dan fungsi organ secara ritmis. Saat makan terlalu dekat dengan waktu tidur, ritme ini bisa terganggu, yang pada akhirnya memengaruhi pencernaan, produksi insulin, dan tekanan darah.
2. Hormon Malam
Hormon seperti melatonin mulai meningkat beberapa jam sebelum tidur untuk mempersiapkan tubuh beristirahat. Jika makan saat kadar melatonin sudah tinggi, tubuh lebih fokus mencerna makanan daripada melakukan proses pemulihan, yang dapat memengaruhi fungsi jantung dan metabolisme.
3. Pengaruh pada Gula Darah
Makan terlalu dekat dengan waktu tidur dapat menyebabkan peningkatan gula darah bertahan lebih lama, sehingga memperberat kerja sistem metabolik, termasuk organ-organ yang berperan dalam menjaga kesehatan jantung.
Para ahli menyebut pendekatan ini bukan sekadar membatasi jumlah kalori, melainkan menyesuaikan waktu makan dengan siklus tidur-bangun alami tubuh. Menariknya, perbaikan tekanan darah dan denyut jantung terjadi tanpa harus menurunkan total asupan kalori.
Jika ingin mencoba kebiasaan ini, berikut beberapa langkah sederhana:
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.