Dalam mendukung ketahanan pasokan nasional, PT Lami Packaging Indonesia juga memperkuat strategi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Perusahaan mengoperasikan pabrik kemasan aseptik berteknologi tinggi di Cikande, Serang, Banten. Investasi manufaktur lokal ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat kemandirian industri kemasan nasional, mengurangi ketergantungan impor, serta menciptakan lapangan kerja bagi tenaga ahli lokal.
Produksi kemasan di dalam negeri membantu produsen susu memenuhi ambang batas TKDN yang dipersyaratkan pemerintah untuk masuk ke dalam ekosistem pengadaan MBG. Upaya sourcing lokal terus dilakukan dengan meningkatkan penggunaan bahan baku yang tersedia di pasar domestik. Setiap kemasan yang diproduksi di Cikande memberikan nilai tambah ekonomi langsung bagi ekosistem industri nasional.
Keberadaan manufaktur lokal juga menjamin keamanan stok kemasan dan efisiensi biaya logistik internasional. Dalam program MBG yang berskala masif, ketergantungan pada kemasan impor berisiko mengganggu stabilitas pasokan jika terjadi krisis logistik global. Dengan pabrik lokal, pasokan kemasan susu dapat tersedia tepat waktu untuk mendukung jadwal distribusi harian MBG, sekaligus memungkinkan alokasi anggaran lebih besar untuk peningkatan kualitas nutrisi susu.
Dalam konteks Indonesia Emas 2045, peningkatan IQ anak bangsa tidak hanya ditentukan oleh kebijakan pemberian makanan bergizi, tetapi juga oleh kemampuan sistem nasional menjaga kualitas nutrisi hingga ke pelosok.
Kemasan aseptik menjadi bagian integral dari ekosistem tersebut, sebuah infrastruktur sunyi yang memastikan setiap gelas susu yang dikonsumsi anak Indonesia benar-benar membawa manfaat optimal bagi hak pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak Indonesia, dari Sabang sampai ke Merauke.
(LMB)
(Rani Hardjanti)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.