Beberapa temuan juga menunjukkan bahwa konsumsi biji labu secara rutin dalam jangka waktu panjang dapat membantu mengurangi gejala pembengkakan prostat ringan. Efeknya dinilai berkaitan dengan kemampuannya dalam menghambat hormon yang memicu pembesaran prostat.
Meski begitu, penting dipahami bahwa biji labu bukanlah pengganti obat medis. Konsultasi dengan dokter tetap diperlukan, terutama jika sudah mengalami gangguan prostat atau masalah kesuburan.
Bagi pria usia 40 tahun ke atas, menjaga kesehatan prostat menjadi semakin penting. Rutin mengonsumsi biji labu dalam jumlah wajar dapat menjadi salah satu bagian dari pola makan sehat untuk membantu menjaga kesehatan saluran kemih, fungsi reproduksi, serta stamina tubuh.
Namun tetap perhatikan porsinya. Biji labu memang sehat, tetapi tetap mengandung kalori. Konsumsi secara seimbang dan kombinasikan dengan pola hidup aktif serta pemeriksaan kesehatan rutin untuk hasil yang optimal.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.