JAKARTA - Selama bulan Ramadan, kurma menjadi salah satu buah yang selalu tersedia dalam menu harian beberapa orang. Belakangan ini kurma Medhook pun ramai diperbincangkan karena ada hasil produksi Israel yang diduga diganti kemasan dan diedarkan di pasaran.
Tidak semua kurma yang dijual di pasar internasional berasal dari wilayah yang sama. Kurma Medjool dikenal sebagai “King of Dates” karena ukurannya yang besar, teksturnya yang lembut, dan rasa manisnya yang khas. Kedua wilayah utama yang memproduksi kurma ini adalah Palestina dan Israel.

Banyak kurma yang dipasarkan di pasar global khususnya di United Kingdom, salah satu pasar ekspor terbesarnya memang berasal dari Israel, yang menjadi sumber sekitar sepertiga dari total impor kurma Medjool di sana.
Namun konsumen cenderung lebih menyukai kurma yang berasal dari wilayah Palestina. Selain berkualitas tinggi, ini juga sebagai bentuk dukungan terhadap negara tersebut setelah konflik berkepanjangan dengan Israel.
Untuk membantu konsumen memilih secara etis, Ethical Consumer membuat daftar brand yang secara resmi telah memberikan dokumentasi dan bukti bahwa mereka benar-benar mengimpor kurma dari petani Palestina. Berikut ini daftar kurma dari petani Palestina, dikutip dari Ethical Consumer, Minggu (22/2/2026).
1. Holy Land Dates, fokus pada produk Palestina dan mendonasikan sebagian keuntungan untuk komunitas
2. Rift Valley Farms, produk keluarga di Lembah Yordania yang menyuplai kurma organik
3. Sofra (Damasgate Wholesale), tersedia di toko independen dan supermarket besar di Inggris
4. Yaffa, mempromosikan produk Palestina termasuk kurma
5. Zaytoun, sosial enterprise yang berfokus pada fair trade dan hubungan jangka panjang dengan produsen
(Rani Hardjanti)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.