Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Viral Dua Bayi Panda Lahir di Taman Safari, Kini Jadi Tema Khusus Sambut Imlek dan Ramadhan

Khafid Mardiyansyah , Jurnalis-Selasa, 10 Februari 2026 |20:57 WIB
Viral Dua Bayi Panda Lahir di Taman Safari, Kini Jadi Tema Khusus Sambut Imlek dan Ramadhan
Tema Panda di Royal Safari Garden
A
A
A

BOGOR - Dalam menyambut bulan suci Ramadhan 1447 H, Royal Safari Garden yang berada di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor mengusung tema Panda yang dipadukan dengan nuansa Imlek.

Marketing Communication Manager Royal Safari Garden, Dian Sagita Adriyani, mengatakan tema panda dipilih karena terinspirasi kelahiran bayi panda bernama Satrio atau Baby Rio yang tengah viral di Taman Safari Indonesia.

"Kami mengangkat tema panda karena sekarang lagi viral kelahiran Baby Rio. Ini jadi momen spesial karena Indonesia menjadi satu-satunya negara di Asia Tenggara yang berhasil melahirkan panda. Jadi kami ingin menghadirkan cerita Iftar bernuansa panda sekaligus mengenalkan pengalaman yang berbeda kepada tamu," kata Dian, dalam keterangannya.

Pogram ini bukan sekadar berbuka puasa, melainkan paket rekreasi keluarga. Pengunjung sudah bisa datang sejak pukul 15.00 WIB untuk menikmati berbagai aktivitas ngabuburit.

"Tamu yang sudah booking Iftar bisa masuk gratis ke area Royal Safari Garden. Mereka bisa memberi makan Watusi, naik wahana seperti karusel, mini train, sampai menikmati animal show,” jelasnya.

Menjelang waktu berbuka, pengunjung juga disuguhkan rangkaian atraksi seperti pertunjukan satwa, memberi makan Gajah, hingga kesempatan berfoto bersama Zebra. Setelah azan magrib, tamu dapat menikmati hidangan sepuasnya di restoran dengan iringan live music setiap hari.

"Pengunjung sudah bisa makan sepuasnya dari magrib sampai 20.30 WIB, plus berbagai aktivitas. Kami ingin memberikan pengalaman yang berbeda. Ini ada harga promo sampai dengan awal Ramadhan," ungkapnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement