Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

5 Negara yang Melarang Perayaan Hari Valentine, Nomor 1 Arab Saudi

Kurniasih Miftakhul Jannah , Jurnalis-Sabtu, 07 Februari 2026 |10:26 WIB
5 Negara yang Melarang Perayaan Hari Valentine, Nomor 1 Arab Saudi
5 Negara yang Melarang Perayaan Hari Valentine, Nomor 1 Arab Saudi (Foto: Times of India)
A
A
A

JAKARTA Hari Valentine diperingati setiap 14 Februari dan identik dengan ungkapan kasih sayang melalui pemberian bunga, cokelat, atau hadiah kepada orang terkasih. Perayaan ini telah dikenal sejak Abad Pertengahan dan sering disebut sebagai Hari Santo Valentine, yang berakar dari tradisi Kristen Barat serta sejarah Romawi Kuno.

Meski tidak termasuk hari libur nasional, Hari Valentine memiliki makna budaya dan keagamaan bagi sebagian umat Kristiani, khususnya Gereja Katolik. Namun, tidak semua negara menerima perayaan ini. Di sejumlah negara, Hari Valentine dianggap bertentangan dengan nilai agama, budaya, atau ideologi negara, sehingga perayaannya dibatasi bahkan dilarang.

Berikut beberapa negara yang melarang atau membatasi perayaan Hari Valentine dilansir dari Wedded Wonderland.

5 Negara yang Melarang Perayaan Hari Valentine

1. Arab Saudi

Arab Saudi dikenal memiliki aturan ketat terkait norma sosial dan keagamaan. Menunjukkan kemesraan di ruang publik dianggap tidak pantas, sehingga perayaan Hari Valentine dinilai bertentangan dengan nilai yang dianut negara tersebut.

Pada masa lalu, perayaan Hari Valentine dapat berujung pada sanksi berat. Bahkan, penjualan simbol-simbol cinta seperti mawar merah, cokelat berbentuk hati, hingga pakaian berwarna merah sempat dilarang menjelang 14 Februari.

2. Malaysia

Mayoritas penduduk Malaysia beragama Islam, sehingga perayaan Hari Valentine dianggap tidak sesuai dengan ajaran Islam. Sejak 2005, otoritas keagamaan setempat telah mengeluarkan fatwa yang melarang umat Muslim merayakan Hari Valentine.

Pada beberapa tahun sebelumnya, aparat keagamaan melakukan razia di hotel dan tempat umum untuk mencegah perayaan tersebut, terutama di wilayah Selangor dan Kuala Lumpur.

3. Iran

Pemerintah Iran menilai Hari Valentine sebagai bagian dari budaya Barat yang tidak sejalan dengan nilai lokal. Otoritas setempat kerap mengeluarkan larangan terhadap penjualan hadiah khas Valentine dan mengancam sanksi bagi pelaku usaha yang melanggarnya.

Meski demikian, dalam praktiknya perayaan ini masih dilakukan secara terbatas dan tertutup, terutama di kota-kota besar seperti Teheran.

4. India

Di India, Hari Valentine tidak secara resmi dilarang, namun sering mendapat penolakan dari kelompok tertentu yang menganggapnya sebagai pengaruh budaya Barat. Pemerintah dan tokoh konservatif menilai ekspresi cinta sebaiknya diwujudkan melalui pernikahan, bukan perayaan terbuka seperti Valentine.

Akibatnya, perayaan Hari Valentine di beberapa wilayah kerap mendapat tekanan sosial atau pembatasan tidak resmi.

5. Pakistan

Pakistan termasuk negara yang secara tegas melarang perayaan Hari Valentine. Pada 2018, Pengadilan Tinggi Islamabad mengeluarkan putusan yang melarang promosi dan perayaan Hari Valentine di ruang publik dan media.

Larangan ini didasarkan pada anggapan bahwa Hari Valentine bertentangan dengan ajaran Islam dan nilai budaya setempat.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement