JAKARTA - Penggunaan gadget berlebihan bisa merusak kesehatan mata. Dokter Konsultan Mata di Mayapada Eye Centre dr. Ucok P. Pasaribu, Sp.M(K) menilai banyak penyakit mata bersifat progresif dan berkembang tanpa gejala awal yang jelas, sehingga kerap baru disadari ketika sudah mengganggu aktivitas sehari-hari.
“Faktor seperti screen time berlebih, minimnya waktu istirahat mata, serta pencahayaan ruang kerja yang kurang optimal dapat mempercepat terjadinya kelelahan mata digital dan gangguan penglihatan lainnya," paparnya, Jumat (30/1/2025).
Menurutnya, dengan dukungan teknologi diagnostik modern dan keahlian subspesialis, deteksi dini dan diagnosis presisi dapat dilakukan sehingga strategi penanganan dapat disesuaikan dengan kebutuhan setiap pasien. Pendekatan ini memungkinkan perawatan yang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan, sekaligus meminimalkan risiko gangguan penglihatan permanen maupun komplikasi jangka panjang.
"Khususnya pada kelompok usia produktif, sehingga kualitas penglihatan dan kualitas hidup tetap terjaga,” jelasnya.
Chief Operating Officer Mayapada Eye Centre Navin Nathani mengungkapkan, dalam keseharian profesional urban dengan paparan layar digital tinggi akibat penggunaan komputer, laptop, dan smartphone dalam durasi panjang, keluhan seperti mata kering, kelelahan mata digital, hingga gangguan fokus kerap terjadi dan berdampak langsung pada produktivitas.
"Solusi eye care yang canggih, modern, dan mudah diakses, dengan pengalaman layanan premium dan terintegrasi, sehingga kualitas penglihatan dapat terjaga tanpa mengganggu ritme kerja sehari-hari,” jelasnya.
Berikut ini adalah beberapa dampak negatif dari paparan gadget yang digunakan terlalu lama bagi mata kita, diantaranya adalah:
(Kurniasih Miftakhul Jannah)