4 Peptida dengan Standar Lebih Tinggi
Peptida sebenarnya sudah lama dikenal dalam dunia skincare, namun pada 2026 penggunaannya akan semakin serius dan terstandarisasi. Peptida berperan sebagai pembawa pesan yang mendorong sel kulit meningkatkan produksi kolagen dan elastin, sekaligus meredakan inflamasi yang dapat mempercepat penuaan.
5. Sentuhan Manual Kembali Diminati
Di tengah dominasi teknologi dan bahan aktif canggih, tren perawatan manual justru kembali diminati. Teknik seperti pijat wajah, intra-oral massage, dan myofascial release dipercaya mampu mengurangi ketegangan otot, meningkatkan sirkulasi darah, serta memberikan efek seperti facelift tanpa prosedur bedah.
6. Exosomes
Exosomes, vesikel kecil yang membawa protein, lipid, dan materi genetik, diprediksi menjadi tren besar di 2026. Perannya sebagai mediator komunikasi antar sel membuat exosomes berpotensi mendukung regenerasi kulit, mengurangi peradangan, serta meningkatkan vitalitas kulit secara keseluruhan.
7. Perawatan Leher dan Seluruh Tubuh
Fokus perawatan kini semakin meluas, tidak hanya pada wajah, tetapi juga leher dan kulit tubuh secara menyeluruh. Dokter kulit mencatat meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya merawat area leher, seiring dengan hadirnya produk seperti serum, retinoid, dan AHA khusus untuk area tubuh yang lebih luas.
8. Personalisasi Berbasis Data
Teknologi seperti kecerdasan buatan (AI), perangkat diagnostik klinis, serta aplikasi analisis kondisi kulit digunakan untuk menyesuaikan perawatan secara lebih presisi. Alat-alat ini mampu menganalisis pori-pori, pigmentasi, dan berbagai parameter kulit secara real time, sehingga rutinitas harian dan pemilihan produk menjadi lebih tepat sasaran.
(Rani Hardjanti)