JAKARTA - Belakangan ini, flu menjadi isu kesehatan yang marak diperbincangkan. Apalagi munculnya super flu yang disebut-sebut sudah mulai memasuki wilayah Indonesia.
Super flu sebenarnya bukan sesuatu yang baru, namun pemulihannya memang membutuhkan waktu agak lebih lama dibanding pilek biasa. Untuk itu, jika Anda terkena flu, ada beberapa pilihan makanan yang bisa mempercepat pemulihan dan meredakan gejalanya.
Berikut ini tujuh makanan dan minuman yang dapat dicoba saat tubuh sedang berjuang melawan infeksi saluran pernapasan:
Sup Ayam
Sup ayam bukan hanya nyaman di perut, namun juga menyediakan protein, vitamin, mineral, dan elektrolit sambil membantu tubuh tetap terhidrasi. Uap hangatnya pun dapat membantu membuka hidung tersumbat.
Buah Citrus
Buah seperti jeruk dan anggur kaya akan vitamin C, nutrisi yang mendukung produksi sel darah putih dan dapat membantu sistem kekebalan melawan infeksi.
Cabai Pedas
Bagi yang tahan pedas, cabai bisa membantu meredakan hidung tersumbat karena kandungan kapsaisin yang memberi sensasi hangat dan membantu membersihkan saluran pernapasan.
Jahe
Jahe dikenal memiliki sifat antimikroba dan anti-inflamasi, yang berpotensi membantu melawan bakteri penyebab sakit tenggorokan dan batuk.
Madu
Madu memiliki sifat antimikroba alami dan dapat membantu meredakan batuk. Bahkan, madu disebut lebih efektif daripada beberapa obat batuk. Namun, madu tidak direkomendasikan untuk bayi di bawah usia 12 bulan.
Kiwi
Buah ini mengandung vitamin C, E, dan antioksidan lain yang dapat meningkatkan respons sistem kekebalan tubuh terhadap infeksi.
Ikan Berlemak
Ikan seperti salmon atau tuna merupakan sumber protein dan omega-3 yang memiliki sifat anti-inflamasi, serta mengandung vitamin D yang mendukung sistem imun.
Mengonsumsi makanan yang kaya antioksidan, vitamin, dan memiliki sifat anti-inflamasi seperti sup ayam, buah citrus, rempah seperti jahe, hingga makanan bergizi seperti sayuran hijau dan ikan berlemak dapat membantu tubuh tetap kuat dan mempercepat pemulihan saat sedang pilek atau flu.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)