Sehingga caption video tersebut dinilai ambigu dan menggiring opini publik. Singgih sendiri mengaku mengetahui fakta tersebut karena dirinya bekerja di sebuah agen biro umrah.
“Jadi yang sebenarnya adalah 100 SAR itu harga tiket masuk Museum Al Wahyu. Di sana ada replika Hajar Aswad, petugasnya bantu foto secara GRATIS. Dipelintir jadi foto dengan replika Hajar Aswad bayar 100 SAR,” tulis @SinggihPrasetyo.
Warganet lain juga banyak yang berkomentar dengan nada serupa. Mereka membantah caption unggahan yang dinilai memelintir fakta sebenarnya.
“Ini tuh museum, harga masuknya emang 100 SAR. Isinya kebanyakan penggambaran suasana Arab kuno. Kita bisa pakai barang-barang dan baju-baju untuk cosplay foto-foto, termasuk ada replika Hajar Aswad,” tulis akun @mpok_al.
(Rani Hardjanti)