Selanjutnya, pada usia 2 hingga 7 tahun, anak berada di tahap praoperasional. Yang dimana setiap anak mau mencoba hal-hal orang dewasa lakukan, tapi dalam bentuk tidak nyata.
"Mereka itu kayak mempelajari bahwa mereka mulai belajar simbolik. Jadi mereka mulai kayak kalau mereka lihat mamanya itu sering masak di dapur, menghasilkan makanan yang real, mereka belajar bahwa, oh, aku bisa juga, loh, pakai mainan pakai apa, panci yang bohongan, aku bikin makanan bohongan, aku pura-pura makan, itu kan bentuk simbolik. Mereka itu lagi kuat-kuatnya bermain pura-pura atau roleplay," tambah Aulia
Menurut Aulia, idealnya anak masuk SD setelah tahap praoperasional ini selesai, yaitu di usia 7 tahun. Di usia 7 tahun ke atas, itu masuk yang namanya operasional konkret. Pada tahap operasional konkret inilah anak-anak sudah mulai bisa bernalar, mengurutkan informasi, dan mengambil kesimpulan, kemampuan kognitif yang sangat dibutuhkan untuk menyerap pelajaran akademis di sekolah dasar.
"Jadi, memang paling idealnya 7 tahun, tapi memang ada beberapa kasus di mana mungkin anaknya ini, misalnya gifted, dia memang IQ-nya sangat amat tinggi sehingga dia mungkin bosan kalau hanya main-main saja. Nah, itu nggak perlu kita tahan juga. Sebaiknya memang idealnya di usia 7 tahun," ungkapnya
Keselarasan antara perkembangan kognitif anak dan tuntutan kurikulum SD menjadi faktor penentu utama dalam menentukan usia ideal masuk sekolah dasar, memastikan fondasi belajar anak terbangun dengan optimal.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.