Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kasus Diabetes Anak Meningkat, Ini Makanan dan Minuman yang Jadi Penyebab

Wiwie Heriyani , Jurnalis-Rabu, 24 Juli 2024 |10:37 WIB
Kasus Diabetes Anak Meningkat, Ini Makanan dan Minuman yang Jadi Penyebab
Kasus Diabetes Anak Meningkat. (Foto: Freepik)
A
A
A

IKATAN Dokter Indonesia (IDAI) baru-baru ini mengungkapkan bahwa kasus Diabetes Mellitus (DM) tipe-1 pada anak belakangan meningkat hingga 80 persen. 

Tercatat, presentase peningkatan kasus dabetes tipe-1 tersebut berdasarkan data dari Ikatan Dokter Indonesia (IDAI), sejak 2010-2023 dengan rentang usia anak 12-18 tahun. 

Hal ini lantas menimbulkan kekhawatiran tersendiri di kalangan orang tua. Karena itu, edukasi terkait asupan makanan atau minuman bagi penderita diabetes pada anak harus diketahui.

Salah satunya, beberapa makanan atau minuman yang harus dihindari penderita diabetes anak seperti berikut ini. 

Camilan Kemasan 

Camilan kemasan biasanya terbuat dari bahan-bahan yang mengandung karbohidrat dan gula tinggi sehingga berisiko meningkatkan kadar gula darah secara signifikan. 

Karena itu, jika anak ingin mengganjal perut di sela-sela waktu makan, ada baiknya untuk mengonsumsi camilan sehat dan bernutrisi, seperti yogurt plain, buah segar, atau kacang-kacangan.

Makanan dan Minuman yang Mengandung Gula

Pada dasarnya, anak-anak tidak memerlukan makanan dan minum yang mengandung gula. Hal ini disebabkan oleh keberadaan gula alami yang bisa ditemukan di berbagai jenis makanan mulai dari sayur, buah, hingga nasi.

Sayangnya, senyawa ini sering kali ditambahkan ke dalam makanan yang disangka tidak mengandung gula seperti roti, sup instan, kecap, serta makanan cepat saji. 

Makanan dengan tambahan gula hanya akan menambah kalori yang dapat berakhir pada gangguan kesehatan seperti anak menjadi hiperaktif, gangguan suasana hati, kegemukan, hingga diabetes. 

Maka dari itu, salah satu makanan yang harus dihindari adalah gula agar tubuh tetap sehat.

Daging Olahan

Makanan penyebab diabetes yang perlu dibatasi berikutnya adalah daging olahan. Daging olahan, seperti sosis, daging kalengan, dan nugget, memiliki kandungan lemak trans yang tinggi.

Daging olahan tersebut dapat meningkatkan kadar kolesterol dan menyebabkan obesitas, kondisi ini memicu terjadinya resistensi insulin. Akibatnya, kadar gula darah menjadi meningkat dan berisiko menimbulkan penyakit diabetes.

 

Makanan Tinggi Karbohidrat

Karbohidrat merupakan salah satu nutrisi yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan energi tubuh. 

Kendati demikian, asupan nutrisi ini perlu diperhatikan sebaik mungkin karena termasuk salah satu jenis makanan penyebab diabetes terlebih jika dikonsumsi secara berlebihan dan tidak dibarengi dengan penerapan pola hidup sehat. 

Di mana makanan tinggi karbohidrat, seperti pasta, roti, dan donat, cenderung lebih mudah dicerna oleh tubuh sehingga dapat meningkatkan kadar gula darah dalam waktu singkat.

 

Alih-alih mengonsumsi makanan tinggi karbohidrat secara berlebihan, anak dapat mencukupi kebutuhan energi tubuh dengan memilih makanan yang mengandung karbohidrat kompleks dan tinggi serat, seperti kentang, ubi jalar, oatmeal, dan nasi merah.

Makanan Tinggi Lemak Trans 

Makanan tinggi lemak, terutama lemak trans dan lemak jenuh, juga termasuk ke dalam daftar makanan yang perlu dibatasi konsumsinya pada anak. 

Pasalnya makanan tersebut dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam darah yang menjadi faktor risiko obesitas, sehingga dapat memicu resistensi insulin dan meningkatkan kemungkinan penyakit diabetes melitus. 

Adapun beberapa jenis makanan tinggi lemak tersebut di antaranya minyak kelapa sawit, makanan cepat saji, mentega, gorengan, jeroan, dan mayones.

(Martin Bagya Kertiyasa)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement