Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jalan-Jalan ke Area Tambang, Remaja Temukan Cincin Kuno Berusia 1.800 Tahun

Rizka Diputra , Jurnalis-Rabu, 24 Juli 2024 |09:19 WIB
Jalan-Jalan ke Area Tambang, Remaja Temukan Cincin Kuno Berusia 1.800 Tahun
Remaja temukan cincin kuno era Romawi berumur 1.800 tahun (Foto: Israel Antiquities Authority)
A
A
A

SEORANG remaja menemukan cincin kuno berusia 1.800 tahun bergambar dewi Romawi. Remaja laki-laki berusia 13 tahun itu awalnya sedang mendaki bersama ayahnya dekat sebuah tambang di Israel.

Ia menemukan cincin yang diukir dengan gambar Minerva, dewi kebijaksanaan dan pertempuran Romawi, kata para pejabat berwenang.

Yair Whiteson mengatakan, saat itu dia sedang berjalan-jalan bersama ayahnya dekat lokasi tambang kuno di Taman Nasional Gunung Carmel. Perhatiannya kemudian tertuju pada batu giok di tanah.

“Saat mendaki, saya melihat benda kecil berwarna hijau dan mengambilnya,” ujar Yair mengawali cerita.

“Itu berkarat, dan awalnya saya pikir itu hanya baut yang berkarat. Saya berpikir untuk memanaskannya, tapi untungnya, saya mengerti bahwa itu adalah sebuah cincin. Di rumah, saya melihat gambar di sana. Pada pandangan pertama, saya pikir itu adalah seorang pejuang," tambahnya.

Cincin kuno era Romawi 1.800 tahun

(Foto: Israel Antiquities Authority)

Nir Distelfeld dan Dr. Eitan Klein dari Unit Pencegahan Pencurian di Israel Antiquities Authority (IAA), mengungkapkan, tebakan remaja itu mendekati kenyataan, karena cincin itu menggambarkan Minerva, dewi Yunani Athena yang setara dengan Roma.

“Di atas cincin indah ini, yang diawetkan secara keseluruhan, terdapat gambar sosok telanjang berhelm. Di satu tangan dia memegang perisai, dan tombak di tangan lainnya,” kata para ahli.

IAA memperkirakan cincin yang diduga terbuat dari perunggu itu berusia sekitar 1.800 tahun dan masuk ke Israel selama Periode Romawi Akhir.

Pada era tersebut, Distelfeld dan Klein mengatakan bahwa Minerva adalah sosok yang sangat populer di Israel karena ia dikenal sebagai dewi perang dan strategi militer, dan juga sebagai dewi kebijaksanaan.

 

Para ahli percaya bahwa cincin itu mungkin milik seorang wanita yang tinggal di sebuah peternakan Romawi di sekitar Gunung Carmel, atau milik seorang pekerja tambang yang kehilangan cincin itu saat sedang bekerja.

Ada juga kemungkinan bahwa cincin itu mungkin merupakan persembahan penguburan ke kuburan terdekat di sekitar situs kuno tersebut.

Cincin tersebut lalu diserahkan ke Departemen Harta Karun Nasional dan akan dipajang di Kampus Nasional Arkeologi Israel Jay dan Jeanie Schottenstein di Kota Yerusalem.

Yair Whiteson pun mendapat apresiasi karena telah menginformasikan kepada IAA tentang benda langka itu. Ia lantas berhak mendapat tur gratis bersama keluarganya ke Kampus Nasional Arkeologi Israel Jay dan Jeanie Schottenstein sebagai bentuk terima kasih.

(Rizka Diputra)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement