SEORANG pelancong wanita menjadi buronan setelah kabur dari hotel tempatnya menginap tanpa membayar tagihannya. Polisi telah memulai penyelidikan kasus ini sekaligus melakukan upaya perburuan terhadap pelaku yang menghilang setelah 3 malam menginap di Hotel Diplomat, Wales.
Wanita itu diketahui melakukan pemesanan atas nama sebuah perusahaan yang dicurigai palsu. Sebuah hotel yang berada di Llanelli itu mengatakan bahwa tamu tersebut menelan tagihan sebesar 780 pounds atau sekitar Rp16 juta untuk penginapan 3 malamnya yaitu dari 10 Juni hingga 12 Juni, demikian mengutip Wales Online.
Pada malam pertamanya di hotel, wanita itu dilaporkan minum-minum di bar, mengobrol dengan tamu lainnya, dan juga memesan makan pada malam kedua dan ketiga.

Namun, setelah menghabiskan waktu 3 malam itu yang bersangkutan dilaporkan keluar penginapan tanpa membayar tagihannya. Setelah wanita itu kabur, pihak hotel tidak bisa menghubunginya dan kartunya ditolak saat hotel mencoba menerima pembayaran melalui kartu.
"Staf resepsionis akan memperlakukannya seperti orang lain yang check-in. Dia tidak terlihat berbeda dengan orang lain," kata manajer hotel, Paul Jenkins.
"Kecil kemungkinannya kami akan mendapatkan uang kembali. Kekhawatiran utama saya adalah jika hal ini terjadi, maka tidak ada orang yang mengalami hal yang sama. Kami jarang mendapatkan uang tersebut, namun ini merupakan hilangnya pendapatan bagi hotel. Setiap hari itu penting bagi kami," tulis pihak hotel di media sosial sebagai upaya mengidentifikasi wanita tersebut.