Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

5 Pilihan Obat Antijamur di Apotek, Ampuh Redakan Gatal

Anindita Trinoviana , Jurnalis-Jum'at, 14 Juni 2024 |15:15 WIB
5 Pilihan Obat Antijamur di Apotek, Ampuh Redakan Gatal
Ilustrasi obat antijamur. (Foto: dok freepik/jcomp)
A
A
A

JAKARTA - Kutu air, kadas atau kurap, dan panu bukan penyakit yang asing didengar. Penyakit kulit yang disebabkan adanya infeksi jamur ini dapat menimbulkan rasa gatal. Bahkan terkadang terasa perih yang mengganggu aktivitas dan menyebabkan rasa tidak nyaman.

Tak hanya itu, kepercayaan diri juga bisa menurun. Sebab, infeksi jamur ini dapat ditandai dengan adanya ruam atau bercak yang muncul di kulit. Biasanya, berada pada area kulit yang lembap, seperti di lipatan kulit dan tidak menutup kemungkinan akan muncul di permukaan kulit yang terlihat.

Untuk mengatasinya, Anda bisa menggunakan obat jamur yang ada di apotek. Pilih obat yang sesuai dengan jenis jamur penyebab infeksi. Lantaran, masalah kesehatan kulit ini umumnya disebabkan oleh beberapa jenis jamur. Perlu diingat apabila infeksi jamur tidak kunjung reda setelah pemakaian, ada baiknya untuk segera ke dokter. Berikut beberapa rekomendasinya.

1. Kalpanax Krim

Kalpanax Krim menjadi salah satu obat atasi jamur yang bisa dibeli di apotek tanpa resep dokter. Mengandung miconazole nitrate, Kalpanax Krim dapat mengatasi infeksi jamur, seperti panu, kutu air, dan kurap. Dengan kandungannya tersebut, pertumbuhan jamur akan teratasi dan mati, infeksi jamur pun akan mereda.

Obat antijamur ini tersedia dalam ukuran 5 gram dan 10 gram, sehingga Anda bisa membelinya sesuai dengan kebutuhan. Cara pakainya, oleskan pada area yang terinfeksi jamur dua kali sehari selama 2-6 minggu secara teratur. Setelah gejala infeksi menghilang, dianjurkan untuk tetap digunakan selama 10 hari. Tenang, Kalpanax Krim tidak lengket dan memiliki aroma bunga melati yang nyaman saat digunakan.

2. Daktarin

Obat atasi infeksi jamur lainnya yang bisa dibeli tanpa resep dokter adalah Daktarin yang memiliki kandungan miconazole nitrate. Daktarin dapat membantu menghentikan pertumbuhan jamur dan meredakan gejala yang timbul pada penyakit kutu air, panu, kurap, dan kandidiasis. Ruam popok akibat infeksi jamur juga bisa diobati dengan Daktarin.

Sama seperti obat sebelumnya, Daktarin digunakan sebanyak dua kali sehari dalam kurun waktu 2-6 minggu, tergantung tingkat keparahan infeksi jamur dan tetap dipakai selama 1 minggu walaupun gejala mulai menghilang. Daktarin tersedia dalam ukuran 5 gram dan 10 gram.

3. Fungiderm

Untuk atasi infeksi jamur, Anda juga bisa menggunakan Fungiderm yang mengandung clotrimazole. Zat aktif ini akan menyerang dinding sel jamur untuk menghambat perkembangannya. Dengan begitu, jamur akan menghilang.

Agar mendapatkan hasil maksimal, gunakan fungiderm sebanyak 2-3 kali sehari selama 10 hingga 14 hari. Lakukan secara rutin, dan tetap digunakan selama 2 minggu sejak gejala infeksi jamur mulai menghilang. Sebelum menggunakannya, pastikan area yang akan dioleskan Fungiderm telah bersih dari kotoran.

4. Canesten

Obat antijamur yang mengandung clotrimazole lainnya adalah Canesten. Tak hanya untuk panu, kutu air, dan kurap saja, tapi juga bisa mengatasi kandidiasis yang disebabkan oleh jamur Candida.

Proses penyembuhan dengan Canesten dilakukan dengan mengoleskan salep 2-3 kali sehari selama 1-4 minggu pada area permukaan kulit yang terinfeksi jamur. Lama pemakaian tersebut akan tergantung pada tingkatan infeksi jamur yang dialami. Canesten tersedia dengan ukuran 5 gram dan 10 gram yang bisa dipilih sesuai kebutuhan.

5. Ketomed Scalp Solution

Berbeda dengan obat antijamur sebelumnya, Ketomed 2% Scalp Solution dengan kandungan ketoconazole akan membantu mengatasi infeksi jamur yang menyerang kulit kepala. Infeksi jamur tersebut menimbulkan ketombe, dermatitis seboroik ringan di kulit kepala dengan menyebabkan rasa gatal-gatal dan ruam kulit.

Kandungan ketoconazole menyerang dinding sel jamur, sehingga jamur akan mati dan membasmi gejala infeksi jamur. Gatal-gatal dan ruam kulit pun akan menghilang. Selain ketombe dan dermatitis seboroik ringan, obat ini juga bisa digunakan untuk mengatasi panu dengan jumlah banyak.

Memiliki banyak fungsi, pengobatan menggunakan Ketomed pun berbeda-beda. Untuk ketombe dan dermatitis seboroik ringan, Anda bisa menggunakan sampo ini sebanyak dua kali seminggu dalam rentang waktu 2-4 minggu. Sebagai pencegahan, Anda bisa melanjutkan menggunakan Ketomed setiap 1-2 minggu sekali.

Sementara untuk atasi panu, gunakanlah satu kali sehari selama 5 hari. Kemudian, untuk pencegahannya, gunakan sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan sebanyak satu kali sehari selama 3 hari.

Selain bisa dibeli di apotek, obat antijamur ini juga tersedia di Tokopedia. Jangan khawatir, produk sudah pasti original. Pengirimannya cepat, bisa tiba di hari yang sama. Tidak hanya mudah dan cepat, kamu bisa memanfaatkan berbagai promo menarik yang ada di Tokopedia, mulai dari gratis ongkir, cashback, hingga potongan harga. Yuk, belanja di Tokopedia sekarang!

(Agustina Wulandari )

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement