Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Profil Almarhum Dokter Lo Siauw Ging, Dokter di Solo yang Sering Gratiskan Pasien Kurang Mampu

Masya Hanifa Putri , Jurnalis-Rabu, 22 Mei 2024 |18:00 WIB
Profil Almarhum Dokter Lo Siauw Ging, Dokter di Solo yang Sering Gratiskan Pasien Kurang Mampu
Profil dokter Lo Siaw Ging, dokter dermawan asal Solo. (Foto: Ist)
A
A
A

PROFIL almarhum dokter Lo Siauw Ging, dokter di Solo yang sering sering gratiskan pasien kurang mampu kerap membuat masyarakat penasaran. Berita duka menyebutkan bahwa dokter Lo Siauw Ging meninggal pada 9 Januari 2024. Dia meninggal di usianya yang ke 89 tahun akibat penyakit yang beberapa tahun terakhir dideritanya.

Kabar kematian dokter Lo menimbulkan duka bagi dunia medis di Indonesia, sebab kehilangan salah satu tokoh inspiratifnya. Dokter Lo sangat dikenal karena kebaikan dan kemurahan hatinya dalam memberikan pelayanan kesehatan tanpa biaya kepada mereka yang membutuhkan. Beliau bahkan dikabarkan pernah memberi uang transportasi untuk pasiennya.

Dokter Lo Siauw Ging yang lahir di Malang, 16 Agustus 1934 ini berdedikasi bagi dunia medis sejak lama. Di masa mudanya, dia telah menunjukkan minat yang besar dalam bidang kesehatan, yang kemudian membawanya menempuh pendidikan di fakultas kedokteran di Universitas Airlangga pada 1962.

Dokter Lo kemudian melanjutkan studinya dengan meraih Magister Administrasi Rumah Sakit pada 1995 di Universitas Indonesia.

Setelah menyelesaikan studinya, Dokter Lo memulai praktik medisnya di Solo, di mana dia segera dikenal sebagai dokter yang tidak hanya berdedikasi tetapi juga penuh kasih sayang.

Dokter Lo Siauw Ging

Beliau memulai kariernya di Rumah Sakit Panti Kosala atau yang kini dikenal dengan Rumah Sakit Dr. Oen. Kemudian beliau pernah menjabat sebagai direktur Rumah Sakit Kasih Ibu, hingga akhirnya membuka praktik di rumahnya yang terletak di kawasan Jagalan, Solo.

Kebaikan dokter Lo didorong oleh nasihat ayahnya, Lo Ban Tjiang, yang mengatakan bahwa menjadi dokter dan berbisnis tidaklah sejalan. Lo menerima nasihat tersebut dengan keyakinan bahwa seorang dokter tidak seharusnya hanya fokus pada keuntungan materi, melainkan pada tugas pokok untuk membantu orang-orang yang membutuhkan.

"Kalau mau kaya jangan jadi dokter. Kalau mau kaya jadi pebisnis. Kalau jadi dokter harus melayani orang banyak, berbagi, dan melayani orang banyak di bidang kesehatan. Tidak perlu memikirkan uang, yang penting bisa melayani orang menjadi sehat itu yang disampaikan," tuturnya.

Dokter Lo dianugerahi penghargaan Mahakarya Kebudayaan untuk Lo Siauw Ging oleh Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) karena sikap kedermawanannya dalam memberikan perawatan kepada pasien. Banyak pasien yang merasa sangat terbantu berkat sikap murah hatinya, dan kisah-kisah tentang bagaimana ia memberikan perawatan tanpa biaya telah tersebar luas.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement