Artinya, jika kandungan protein yang tinggi tersebut menjadi bahan dasar susu pertumbuhan, maka susu yang dihasilkannya akan berkualitas tinggi. Dalam proses pembuatan isolate protein kedelai, kandungan isoflavon sudah berkurang hingga lebih rendah 30 persen dibandingkan kedelai utuh. Rendahnya kadar isoflavon ini tidak berpengaruh pada hormon maupun plasma darah.
Hal ini dibuktikan dalam jurnal yang tayang di situs National Library of Medicine. Di dalam jurnal itu disebutkan bahwa tidak ditemukan adanya kandungan fitoestrogen pada plasma darah bayi yang mengkonsumsi minuman mengandung isolat protein soya. Jadi kecil kemungkinan Si Kecil yang mengonsumsi susu kedelai mengalami gangguan hormonal maupun gangguan perkembangan seksual.
(Leonardus Selwyn)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.