BUS yang membawa rombongan Siswa SMK Lingga Kencana Depok tergelincir dan menyebabkan terjadinya kecelakaan maut di Ciater, Subang, Jawa Barat.
Kabarnya rem bus tersebut blong hingga membuatnya oleng dan tergelincir. Akibatnya kecelakaan tersebut 12 orang meninggal dunia dan puluhan korban lainnya luka ringan hingga berat.
Tercatat ada 100 orang rombongan bus SMK Lingga Kencana Depok yang dibagi menjadi 3 bus. Mereka direncanakan akan melakukan kegiatan perpisahan ke Sari Ater.
Menanggapi kabar duka tersebut, Pengamat Pendidikan Itje Chodidjah menjelaskan bahwa sebetulnya perpisahan siswa sekolah keluar kota boleh-boleh saja. Namun jangan sampai pihak sekolah tidak memperhatikan keamanan kendaraan pariwisatanya.
Dia menegaskan peristiwa ini menjadi pelajaran penting untuk tidak mengutamakan paket wisata murah tetapi tidak memperhatikan kesiapan dan keamanan kendaraan yang hendak dinaiki para siswa.
“Untuk refreshing, untuk mencari suasana bar, that's okay actually. Tapi yang paling super penting adalah jangan cari murah, kemudian tidak melakukan pengecekan terhadap keamanan kendaraan,” tutur Itje Chodidjah saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Minggu (12/5/2024).
Menurut Itje Chodidjah sangat penting untuk mengutamakan upaya preventif dan pengecekan sebelum berangkat membawa rombongan siswa untuk pergi perpisahan keluar kota.

“Memastikan siapa drivernya, itu kan semua upaya ya. Walaupun dilihat ‘itu kejadian sudah ditakdirkan’ gak bisa begitu, belum upaya. Jadi upayakan dulu gitu, diupayakan mencari kendaran yang benar,” ujarnya.
Bukan cuma kendaraan, pihak sekolah harus memastikan kredibilitas Perusahaan Otobus (PO Bus) yang akan dipakai bepergian. Kemudian, pastikan driver-driver dari PO Bus tersebut dalam kondisi sehat.
“Tentunya perusahaan PO bus juga perlu dicek bagaimana kredibilitas perusahaan tersebut. Lantas dipastikan siapa yang menyetir, sehat atau tidak,” kata Itje Chodidjah.
Lebih lanjut, Itje Chodidjah menyatakan bahwa perusahaan yang kredibel pasti akan melakukan pemeriksaan kesehatan dan psikologi para drivernya secara rutin. Selain itu, perawatan kendaraannya pun akan lebih diperhatikan.
“Perusahaan yang kredibel biasanya melakukan pengecekan rutin terhadap para supirnya, bahkan melakukan tes psikologi kepada supirnya. Saya tahu ini karena saya punya kenalan psikolog yang melakukan pengetesan pada driver, terutama mobil-mobil besar,” ujarnya.
Itje Chodidjah menegaskan bahwa tak masalah apabila pihak sekolah dan siswa ingin melakukan tamasya keluar kota, terlebih pada kasus ini jaraknya pun tak begitu jauh dari kota asalnya. Namun ketelitian dalam mengecek segala aspek sebelum keberangkatan menjadi langkah penting untuk meminimalisir kecelakaan dalam perjalanan.