SEORANG dokter Gaza bernama Adnan al-Bursh menunjukkan sikap luar biasa saat dia menolak untuk meninggalkan pasien-pasiennya meskipun rumah sakit tempatnya bekerja menjadi target serangan Israel.
Namun, nasib tragisnya berubah menjadi kisah duka saat dia ditemukan meninggal setelah mengalami penyiksaan oleh pasukan Israel selama masa penahanannya.
Merangkum dari Middle East Eye pada Kamis (9/5/2024) Al-Bursh merupakan seorang ahli bedah tulang di Gaza, yang telah menunjukkan keberaniannya dengan tetap berada di samping pasien-pasiennya, bahkan saat situasinya sedang dalam bahaya. Menurut laporan dari Masyarakat Tahanan Palestina, dia menjadi korban penyiksaan yang menyebabkan kematian saat ditahan oleh Israel.
Al-Bursh bukan hanya seorang ahli medis yang berbakat, tetapi dia juga memiliki ketertarikan dalam ilmu politik dan mempunyai impian besar untuk membangun sebuah rumah sakit di Gaza. Keputusannya untuk tetap setia pada pasiennya, bahkan di tengah ancaman serangan telah mencerminkan komitmen yang luar biasa terhadap profesinya.

Namun, keberaniannya tidak luput dari risiko yang ada. Pada suatu hari, ketika dia berhasil melakukan serangkaian operasi penyelamatan nyawa, serangan Israel menghantam bagian operasi rumah sakit tempat dia bekerja. Serangan tersebut tidak hanya merenggut nyawa pasien, tetapi juga melukai Adnan al-Bursh.
Al-Bursh ditangkap oleh pasukan Israel dari rumah sakit tempat dia bekerja. Sebelum ditahan, dia melakukan perjalanan antar rumah sakit di Gaza untuk merawat pasien-pasiennya yang terluka akibat serangan Israel.
Perlakuan Israel terhadap Al-Bursh dan sesama rekan medisnya telah menarik kecaman dari masyarakat internasional. Perlakuan yang dilaporkan terhadap tahanan Palestina, termasuk dokter seperti al-Bursh, dianggap sebagai pelanggaran terhadap standar hak asasi manusia.
Menurut laporan dari Gaza, sejak Oktober, 492 pekerja medis telah tewas oleh pasukan Israel, sementara 310 orang lainnya ditangkap. Perlakuan terhadap para tahanan, termasuk dokter dinyatakan sangat kejam dan melanggar hak asasi manusia.
Dokter Khaled Hamouda, mantan tahanan yang berbagi sel dengan al-Bursh, menceritakan pengalaman mereka di tahanan Israel. Dia mengungkapkan bahwa al-Bursh dan rekan dokter lainnya mengalami penyiksaan yang menyedihkan.
Namun dalam momen yang mengharukan, al-Bursh berbagi kabar baik tentang operasi yang berhasil dilakukan pada ibunya, yang memberikan sedikit harapan di tengah situasi yang suram.
Pemerintah Palestina telah menekankan keadilan bagi al-Bursh dan sesama rekan medis yang menjadi korban kekejaman Israel. Mereka menegaskan bahwa tindakan semacam itu tidak boleh dibiarkan tanpa akibat, dan menyatakan bahwa komunitas internasional harus bertindak tegas untuk mengakhiri pelanggaran hak asasi manusia di Gaza.
(Leonardus Selwyn)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.