“Nanas yang dijual adalah kiriman dari orang dan harus disetor. Sedangkan dalam seharinya ga tentu habis,” ujar Iza.
Mirisnya, Abah Yayat tinggal di rumah gubuk kecil yang sangat sempit. Bahkan rumahnya gelap dan tak memiliki penerangan yang cukup untuk beraktivitas di dalam rumahnya. Dia menjual setengah rumahnya hanya demi bisa mencukupi kebutuhan hidupnya sehari-hari.
Di usianya yang sudah lanjut dengan keterbatasan yang dia miliki, Abah Yayat masih harus berjuang demi kelanjutan hidupnya. Semangat dan kerja kerasnya tak pernah redup, meskipun banyak rintangan dan cobaan yang telah dia lalui sebelumnya.
(Leonardus Selwyn)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.