HEATWAVE atau gelombang panas tengah melanda hampir seluruh kawasan di Indonesia bahkan di benuaa Asia Tenggara. Bahkan, cuaca ekstrem sempat melanda negara tetangga seperti di Thailand.
Gelombang panas yang terjadi saat ini, tak boleh dipandang sebelah mata. Meski tidak seekstrim di Thailand, masyarakat Indonesia tetap harus melindungi diri secara maksimal dari paparan sinar matahari bukan hanya dengan pemakaian sunscreen, payung atau topi saat beraktivitas, tetapi juga pilihan pakaian.
BACA JUGA:
Ya, melindungi diri dari heatwave ini salah satunya juga bisa dengan mengenakan pakaian dengan teknologi UV Protection agar kulit lebih maksimal terlindung dari paparan sinar matahari yang menyengat. Lantas, apa sih yang dimaksud dengan pakaian dengan teknologi UV Protection dan apa bedanya dengan jenis pakaian biasa?
BACA JUGA:
Marketing Manager UNIQLO Indonesia, Lisqia Lalantika mengatakan, pakaian dengan UV Protection yang hadir dengan teknologi yang memungkinkan penggunanya bisa terlindungi dari paparan sinar matahari hingga 90 persen.
Artinya teknologi UV Protection tersebut disematkan di serat kain yang paling dalam, sehingga memungkinkannya untuk bertahan lama memberikan perlindungan dari sinar UV.
Misalnya, pada serangkaian koleksi Life Wear UV Protection dari UNIQLO yang terdiri dari koleksi jaket parka, jaket olahraga, blazer, hingga celana legging wanita.
“Jadi pakaian UV Protection menggunakan material serat kain yang bisa menyerap sinar UV tadi. Teknologi UV protection itu kita inject di serta kain yang paling dalam. Sehingga teknologi itu akan tetap bertahan,” ujar Lisqia, saat jumpa pers di Senayan City, Jakarta, baru-baru ini.
Menurut Lisqia, koleksi life wear atau pakaian sehari-hari dengan teknologi UV Protection tersebut sangat cocok digunakan oleh orang-orang Indonesia yang tinggal di negara dengan iklim panas.
“Pakaian seperti ini memiliki fungsi yang memang sangat cocok untuk dipakai oleh orang Indonesia yang memang iklim negaranya sangat panas. Sehingga bisa selalu melindungi orang-orang Indonesia yang mau beraktivitas banyak di luar,” tambahnya.
Meski termasuk dalam koleksi life wear yang kerap digunakan sehari-hari, namun Lisqia memastikan bahwa koleksi pakaian dengan UV Protection bisa awet hingga bertahun-tahun jika digunakan dan dicuci sesuai instruksi.
“Jadi teknologi UV protection itu kita inject di serta kain yang paling dalam. Sehingga teknologi itu akan tetap bertahan. Kalau dicuci itu akan hilang atau gimana? Itu sebenarnya enggak akan hilang karena sudah diinject di serat kain yang paling dalam,” tegasnya.
Lantas, seberapa penting dan ampuhnya pakaian UV Protection untuk melindungi kulit tubuh dari cuaca panas ekstrem?
Menurut Dokter dan Beauty Influencer, Nadia Alaydrus, pemakaian pakain UV Protection memang cukup efektif bisa melindungi kulit tubuh dari paparan sinar matahari. Meski begitu, bukan berarti kita tak perlu lagi menggunakan sunscreen.
“Karena kan nggak semua bagian tubuh tertutup pakaian seperti bagian muka, leher, dan telapak tangan ya. Belum lagi kalau pakaiannya basah, perlindungan UV Protectionnya mungkin akan sedikit berkurang, jadi pemakaian sunscreen atau sunblock bisa jadi perlindungan ganda,” papar dokter Nadia.
Pasalnya, pakaian UV Protection sendiri tidak bisa menutupi seluruh area kulit tubuh. Sehingga yang namanya memakai sunscreen atau sunblock sehari-hari tetaplah wajib.
“Jadi meski pun pakai pakaian UV Protection, disarankan tetap pakai sunscreen dan sunblock apalagi bagi yang beraktivitas di luar ruangan,” pungkasnya.
(Rizky Pradita Ananda)