Praktisi Kesehatan dr. Pitono Yap menjelaskan bahwa alasan di balik fenomena tersebut salah satunya karena para pasien memiliki pengalaman yang kurang baik ketika menjalankan pengobatan di Indonesia. Sehingga rasa kepercayaan terhadap bantuan medis dari dalam negeri menjadi hilang.
“Bisa jadi karena memiliki pengalaman yang buruk saat menjalani pengobatan di dalam negeri, sehingga kehilangan kepercayaan,” ujar dr. Pitono Yap, dikutip dari siaran pers Bethsaida Hospital, Selasa (16/4/2024).

Bukan cuma itu, mungkin saja para pasien juga telah memilih untuk berobat di dalam negeri tetapi harganya mahal, namun tidak mengalami kesembuhan yang maksimal. Alhasil mereka yang telah berobat di dalam negeri harus kembali memulai pengobatan dengan bantuan tenaga medis dari luar negeri.
“Atau karena harga yang terlalu tinggi, tapi tidak dirasakan adanya perubahan kearah yang lebih baik,” ujarnya.