Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pemakaian Baby Walker Bisa Picu Anak Terlambat Jalan? Ini Kata Dokter

Devi Pattricia , Jurnalis-Minggu, 14 April 2024 |12:00 WIB
Pemakaian Baby Walker Bisa Picu Anak Terlambat Jalan? Ini Kata Dokter
Anak pakai baby walker, (Foto: Jimmy Conover/Unsplash)
A
A
A

BABY walker, mungkin masih jadi salah satu alat pilihan orangtua untuk digunakan membantu anak berlatih berjalan. Biasanya orangtua memilih alat tersebut karena dianggap lebih aman untuk anak.

Sebelum akhirnya bisa berjalan, anak-anak tentunya harus sudah bisa berdiri dan merambat terlebih dahulu. Proses ini, menjadi stimulasi untuk anak agar bisa berani mencoba untuk melangkah dengan perlahan.

Namun ternyata, menurut Dokter Spesialis Anak Konsultan Tumbuh Kembang, Prof. Dr. dr. Rini Sekartini, Sp.A(k) menggunakan baby walker bisa menjadi salah satu penyebab anak terlambat untuk berjalan loh! Tak cuma itu, si kecil yang lebih sering digendong dan didudukan juga bisa menjadi pemicu anak lambat untuk berjalan.

 BACA JUGA:

“Jadi stimulasi itu harus benar-benar dilakukan dengan baik. Biasanya yang suka

terlambat tuh sering digendong ya bayinya, lebih banyak didudukkan, kemudian satu lagi menggunakan baby walker,” kata Prof. Rini, dikutip dari podcast Moms Corner di kanal Youtube Nikita Willy, Minggu (14/4/2024)

 BACA JUGA:

Prof. Rini mengungkap bahwa baby walker tidak merangsang anak untuk berjalan dan menapakan kakinya dengan benar. Justru alat tersebut cenderung menyeret langkah si kecil.

Anak yang pakai baby walker itu, dia kan enggak jalan. Dia itu nyeret ya, kan ada roda jadi kalau enggak diangkat enggak bisa pindah gitu. Jadi istilahnya diseret,” jelasnya lagi.

Lebih lanjut, Prof. Rini lebih menyarankan penggunaan push walker untuk merangsang anak belajar berjalan. Namun apabila tak memiliki cukup biaya untuk membelinya, orangtua bisa gunakan galon air mineral yang ada di rumah.

“Kalau sekarang kan ada push walker ya itu masih bisa untuk belajar jalan. Tapi kalau enggak apa-apa pakai galon air mineral yang gede. Jangan diisi penuh nanti berat, isi setengahnya aja,” tuturnya.

Caranya hanya dengan mengisi galon dengan air hingga setengah galon. Kemudian biarkan si kecil memegang galon tersebut, tapi pastikan pegangannya kuat. Lalu anak bisa mendorongnya dan pelan-pelan berjalan dengan bantuan galon.

“Nanti dia pegangan tuh, dia pegangan cukup kuat dan stabil dia berdiri. Dia bisa dorong itu juga bisa, jadi nggak harus mainan khusus,” tutup Prof. Rini

(Rizky Pradita Ananda)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement