Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tak Perlu Jauh-Jauh ke Cappadocia, Yuk Intip Semarak Festival Balon Udara di Wonosobo

Wiwie Heriyani , Jurnalis-Sabtu, 13 April 2024 |18:19 WIB
Tak Perlu Jauh-Jauh ke Cappadocia, Yuk Intip Semarak Festival Balon Udara di Wonosobo
Festival Balon Udara di Wonosobo (Foto: X/@rapippp)
A
A
A

Festival balon ini merupakan salah satu rangkaian dari pergelaran Festival Mudik 2024 yang dilaksanakan mulai 11-20 April, dengan Alun-alun Wonosobo pada Minggu 21 April 2024.

Sedangkan Festival Mudik adalah event yang diinisiasi sejak 2023 oleh Disparbud dan komunitas balon dengan melibatkan event organizer, yang bertujuan sebagai atraksi hiburan bagi masyarakat Wonosobo khususnya para pemudik.

Festival balon tahun ini digelar di 14 lokasi meliputi di Desa Kembaran Kalikajar, Desa Simbang Kalikajar, Lamuk Kalikajar, Reco Kertek, Karangluhur Kertek, Candiyasan Kertek, Bojasari Kertek, Wringinanom Kertek.

Selanjutnya, Semayu Selomerto, Jaraksari Wonosobo, Sambek, Gondang Watumalang, Mudal Mojotengah dan puncaknya di Alun-Alun Wonosobo. Khusus Puncak Festival Mudik yang digelar di Alun-Alun Wonosobo, target balon yang akan 'Mumbul Bareng' (istilah penerbangan balon secara bersama-sama dengan ditambatkan) yaitu 40 balon.

Festival Balon Udara di Wonosobo

(Foto: X/@rapippp)

''Balon-balon ini akan dinaikkan sejak pukul 06.00 sampaikan kurang lebih pukul 09.00 WIB. Mengapa dinaikkan di pagi hari, karena di saat itulah waktu terbaik bagi balon raksasa setinggi 7 meter dan berdiameter 3-4 meter ini terbang karena angin masih stabil,'' ungkap Kabid Pemasaran Disparbud Wonosobo, Sri Fatonah Werdiyati Ismangil.

Ia menjelaskan, balon-balon ini terbuat dari kertas dengan motif-motif khas Wonosobo yang sangat bervariasi dan warna-warna yang kontras. Setiap balon tradisional diisi dengan udara melalui metode pengasapan yang dihasilkan dari pembakaran batok kelapa di tungku bekas kaleng biskuit kurang lebih selama 30 menit oleh kurang lebih 5-7 orang dengan sangat kompak.

Setiap balon yang dibuat, lanjut dia, melalui proses rumit yang memerlukan waktu pembuatan rata-rata dua pekan hingga satu bulan lamanya.

''Nantinya balon-balon tersebut akan dinaikkan setinggi rata-rata 75-150 meter dan tidak boleh dilepas. Balon akan diturunkan jika sudah mulai kehabisan udara dan akan diasapi lagi jika masih memungkinkan cuacanya untuk dinaikkan kembali,'' tandasnya.

(Rizka Diputra)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement