MENJALANKAN lima cabang agen BRILink dalam bersamaan tidaklah mudah. Seperti yang dilakukan oleh Agen BRILink Abdus Salam, dia harus mempercayakan tugasnya kepada karyawan untuk menjalankan usahanya.
Sejumlah kendala pun kerap dialami oleh Abdus Salam saat menjalaninya. Meski demikian, ia memiliki trik khusus untuk memastikan transaksi yang dilakukan karyawannya sudah sesuai dengan standar operasional milik Abdus.
Salah satu kendala yakni beredarnya uang palsu. Untuk permasalahan ini, Abdus mengaku rela menghabiskan uangnya untuk membeli sejumlah alat detektor yang dapat membedakan uang asli atau palsu.
"Kita pasang alat detektor uang palsu di setiap cabang. Tujuannya agar uang yang kita terima adalah layak edar dan tidak palsu," kata Abdus saat ditemui Okezone.
Jika menemukan uang tersebut, karyawan yang sedang bertugas harus menginformasikan kepada konsumen dan tidak menerima uang tersebut. "Ini yang menjadi hal utama, diteliti dengan benar, biasanya kita minta uang lainnya dan memberitahu apabila uang tersebut adalah palsu," tuturnya.
Selain masalah uang palsu, kendala lainnya yakni nasabah kerap asal menerima uang saat tarik tunai di kios miliknya. Untuk hal tersebut, Abdus menempatkan CCTV khusus yang diarahkan ke ruang kerja karyawan.
"SOP kita, uang saat dihitung maupun diserahkan, harus diarahkan ke CCTV khusus. Ini untuk menghidari kesalahan penghitungan dari karyawan maupun nasabah," tandasya.
"Karena pernah ada masalah saat nasabah hanya tarik tunai uang di kios tanpa dihitung. Saat berada di rumah, nasabah baru mengeluhkan jika uang yang diterima ternyata kurang. Nah saat peristiwa itu terjadi, kita buka CCTV untuk memastikan SOP yang dilakukan karyawan saya sudah benar atau belum. Ini untuk menghindari kesalahan penghitungan uang, baik itu untuk diserahkan atau penerimaan dari nasabah," paparnya.
Untuk memastikan semua transaksi sudah tercatat dengan benar, maka Abdus harus melakukan beberapa kali pengecekan dalam satu hari. Terutama saat peralihan shift karyawan dan penutupan kios dalam satu hari.
"Jadi kita teliti sekali jumlah uang yang ada di modal, baik itu di saldo tabungan dan uang yang dipegang, harus sinkron dengan transaksi dan sesuai pembukuannya sampai akhir transaksi harian. Secara berkala, kita juga melakukan audit terhadap semua transaksi yang dilakukan karyawan juga agar semua clear, jadi terbuka semua dan transparan," tuturnya.
Direktur Bank BRI Sunarso menyebut, saat ini agen BRILink yang tersebar di Indonesia mencapai 740.000 dan tersebar di 75.000 desa. Dari jumlah tersebut, transaksi dalam satu tahun bisa mencapai Rp1.427 triliun.
"Ini model yang paling cocok untuk BRI yakni BRILink, jadi sistemnya hybrid. Proses internalnya kita digitalkan, tapi urusan transaksi dengan nasabah masih menggunakan human touching, yaitu melalui agen," kata Sunarso.
(Kemas Irawan Nurrachman)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.