Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Niat Menolong, Abdus Salam Malah Terjun Jadi Agen BRILink

Kemas Irawan Nurrachman , Jurnalis-Rabu, 27 Maret 2024 |16:58 WIB
Niat Menolong, Abdus Salam Malah Terjun Jadi Agen BRILink
Niat Menolong, Abdus Salam Malah Terjun Jadi Agen BRILink, (Foto: Kemas Irawan/okezone)
A
A
A

ABDUS Salam tidak pernah terpikir awalnya menjadi seorang agen BRILink seperti sekarang ini. Niat awal membantu salah seorang temannya untuk mengirimkan uang kepada kerabatnya di kampung, malah kecemplung menjadi agen BRILink.

Saat ditemui di kios-nya daerah Kebagusan, Pasar Minggu, Abdus menceritakan asal mula dirinya berkenalan dengan agen BRILink. Tidak hanya satu orang yang meminta bantuannya, setidaknya lebih dari lima orang yang meminta bantuan kepada dirinya.

"Kita bukan mengikut awalnya di tahun 2014, tapi menolong 1-2 kali dibantu hingga banyak orang yang transaksi di tempat saya. Karena tidak punya alat yang memadai waktu itu, saat kita menolong itu harus mengantre ke bank untuk setor. Itu bisa beberapa kali bolak balik ke bank," tutur Abdus saat ditemui Okezone.

Bukan hanya waktu periode datang ke bank, Abdus juga menyebutkan dirinya harus menghabiskan waktu yang lama dalam setiap transaksi. Setidaknya, dalam setiap transaksi Abdus harus menghabiskan waktu sekira 3-3,5 jam.

Niat Menolong, Abdus Salam Malah Terjun Jadi Agen BRILink 

"Saya akhirnya daftar internet banking. Kita mulai semua transaksi di rumah dengan menggunakan komputer bersama istri," katanya.

Kendala lainnya kembali muncul, Abdus dan istri mengalami kesulitan dengan modal yang sangat minim. Saat pertama kali membuka usaha agen BRILink, Abdus hanya memiliki uang Rp3 juta.

"Alhasil, saya harus kembali bolak balik ke bank sebanyak 3-4 kali untuk menyetor. Kendala lainnya, tidak tahu tingkatan limit transaksi maksimal Rp20 juta saat itu."

Kenangan lainnya, tambah Abdus, ketika sulit mengakses jaringan akibat offline saat kondisi mendung dan di siang hari. Meski demikian, konsumen Abdus tidak mempermasalahkan kendala tersebut.

"Itu zaman dahulu, tetap karena konsumen sudah percaya kepada saya, dia titip ke saya karena mereka tidak punya waktu ke bank. Pas sudah lancar jaringannya, kita kerjakan. Kalau sekarang mau cuaca seperti apa pun lancar terus," ceritanya.

Berkat kerja kerasnya, Abdus kini memiliki lima cabang yang tersebar di Jakarta dan Bogor. Hasil usahanya pun tidak mengkhinati hasil, karena bertahun-tahun dirinya mengontrak rumah untuk tinggal, kini bisa memiliki rumah sendiri hingga kendaraan pribadi.

"Bersyukur kehidupan kini bisa lebih baik. Orangtua saya dahulu sering komplain, karena saya suka usaha berganti ganti sampai dibilang orangnya bosenan. Alhamdulillah, setelah jadi agen BRILink ini, bapak saya angkat jempol," bangganya.

Direktur Bank BRI Sunarso menyebut, saat ini agen BRILink yang tersebar di Indonesia mencapai 740.000 dan tersebar di 75.000 desa. Dari jumlah tersebut, transaksi dalam satu tahun bisa mencapai Rp1.427 triliun.

"Ini model yang paling cocok untuk BRI yakni BRILink, jadi sistemnya hybrid. Proses internalnya kita digitalkan, tapi urusan transaksi dengan nasabah masih menggunakan human taouching, yaitu melalui agen," kata Sunarso.

(Kemas Irawan Nurrachman)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement