Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Serangan Israel Kian Membabi Buta, Puluhan Anak Tewas dalam Semalam

Lulu Az Zahra , Jurnalis-Kamis, 28 Maret 2024 |07:00 WIB
Serangan Israel Kian Membabi Buta, Puluhan Anak Tewas dalam Semalam
Serangan pasukan Israel kian membabi buta. (Ilustrasi: Freepik.com)
A
A
A

PERTEMPURAN sengit di Gaza yang melibatkan pejuang Hamas dan pasukan Israel terus berlanjut. Meski, Dewan Keamanan telah menyerukan gencatan senjata segera selama sisa Ramadan ini dan mendorong permohonan mendesak dari badan-badan bantuan PBB agar resolusi tersebut segera dihormati.

Pertempuran tersebut terus menghambat pengiriman bantuan yang menyebabkan kondisi kelaparan. Pejabat UNICEF juga mencatat data bahwa terdapat satu dari tiga anak di bawah umur dua tahun yang kini menderita kekurangan gizi akut.

Kurangnya bantuan pangan dan gizi yang masih belum sampai ke wilayah utara merupakan salah satu hal yang menunjukkan kehancuran bagi anak-anak di Gaza yang mengandalkan bantuan tersebut sebagai sumber utama pangan dan gizi mereka saat ini.

Selain itu, pertempuran tersebut juga menyebabkan jumlah anak-anak yang terbunuh mencapai dua digit dalam semalan.

Melansir dari United Nations pada Kamis (28/3/2024), juru bicara Dana Anak-Anak United Nations, James Elder mengatakan terdapat 13.750 jiwa anak telah terbunuh di tengah serangan udara dan pengeboman Israel yang dilancarkan. Agresi ini sebagai tanggapan atas serangan pimpinan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober 2023.

Tentara Israel

Pengeboman yang terus-menerus dilakukan oleh Israel menyebabkan sejumlah anak-anak dan keluarga terbunuh di bawah reruntuhan rumah mereka. Pengeboman tersebut juga menyebabkan Kota Khan Younis di Gaza Selatan hampir mengalami pemusnahan total.

Selain itu, Rumah Sakit Nasser di Khan Younis, tempat pengungsian untuk anak-anak yang menderita luka perang juga kini tidak lagi beroperasi.

Berdasarkan laporan media, adanya serangan udara pada malam hari hingga Selasa di dekat kota paling Selatan Rafah menyebabkan banyak di antara 1,5 juta orang yang berlindung kini terpaksa mengungsi dari rumah mereka ke tempat lain di wilayah tersebut.

Juru bicara Organisasi Kesehatan Dunia PBB (WHO) juga melaporkan bahwa sebagian besar pasien di Rumah Sakit Al Amal di Selatan kini telah meninggalkan rumah sakit tersebut.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement