BERADA di antara Fiji dan Tonga, Samoa merupakan rumah bagi sekitar 200.000 orang dan memiliki keindahan, sejarah, serta tradisi yang luar biasa. Salah satu budaya Samoa yang paling menonjol adalah seni tato suku Samoa atau 'tatau'.
Tatau telah menjadi bagian penting dari budaya Samoa selama lebih dari 3.000 tahun dan masih digunakan sebagai ritual peralihan bagi para pria dan wanita muda hingga saat ini. Tato jadi simbol kedewasaan dan ketahanan dalam melindungi keluarga.
Alat yang digunakan untuk membuat tato adalah 'sisir tato', di mana ujung sisir logam dicelupkan ke dalam tinta dan ditorehkan ke dalam kulit menggunakan palu.
Pola garis dan titik yang dihasilkan dapat menjadi sangat simbolis bagi orang Samoa, yang sering kali merepresentasikan perjalanan luar biasa yang dilakukan nenek moyang mereka untuk menemukan pulau-pulau di Asia Tenggara ribuan tahun yang lalu.
(Foto: wearecravingadventure.com)
Tato dapat menjangkau seluruh tubuh, tetapi biasanya memanjang dari pinggang hingga lutut bagi pria dan dari pinggang hingga paha bagi wanita.
Melansir dari News.com.au, seorang jurnalis yang baru saja melakukan perjalanan ke Samoa menanyakan kepada Logo, seorang penduduk setempat yang menjelaskan bahwa meskipun pembuatan tato adalah pengalaman yang sangat menyakitkan bagi orang Samoa, itu juga merupakan cara untuk mengekspresikan karakter mereka yang tangguh.
Logo mengatakan bahwa proses pembuatan tato sangat menyakitkan, dengan mungkin memakan waktu hingga 12 sesi, dan orang harus menahan rasa sakitnya selama berminggu-minggu.
Tidak diizinkan untuk mengambil obat pereda nyeri, membuat tato menunjukkan betapa kerasnya seseorang bekerja untuk keluarganya.
Jika seseorang tidak menyelesaikan tato, itu dianggap sebagai penghinaan bagi keluarganya dan membuat malu mereka. Orang dengan tato yang belum selesai dianggap belum siap untuk menjaga desa, keluarga, istri, dan saudara-saudara mereka.
Di Samoa, sistem pemerintahan tradisional masih dijalankan dengan cara yang sama seperti yang telah dilakukan selama ribuan tahun. Setiap desa dipimpin oleh seorang kepala suku yang memiliki kekuasaan yang besar dalam hal politik nasional.
Posisi kepemimpinan hanya diberikan kepada pria yang telah menyelesaikan seluruh proses tato suku Samoa, yang diyakini menunjukkan bahwa mereka memiliki ketahanan dan kekuatan karakter yang diperlukan untuk menjaga desa mereka.
(Foto: NightCafe Creator)
Di sisi lain, wanita yang telah menyelesaikan tato dianggap telah membuat komitmen terhadap nilai-nilai tradisional Samoa dan terhadap perawatan serta perlindungan keluarga mereka.
Logo menjelaskan, bahwa bagi wanita, membuat tato berarti mereka menjadi pelindung keluarga secara internal dan harus berada di tengah-tengah jika terjadi pertengkaran dalam keluarga untuk menyelesaikan masalah.
(Rizka Diputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.