Menurutnya, wilayah tersebut bisa menjadi paling tinggi terdampak karena ada sangkut pautnya dengan banjir yang melanda daerah pantura. Alhasil menyebabkan masyarakat yang terdampak mengalami kesulitan untuk datang ke fasilitas kesehatan.

Disisi lain, peningkatan kasus DBD di Indonesia terjadi karena beberapa faktor, yang mana salah satunya adalah cuaca yang tidak menentu sehingga menyebabkan nyamuk Aedes Aegypti mudah berkembang biak.
“Kalau kita lihat sekarang hujannya ini kalau saya bilang aneh, hujan deras selama beberapa hari kemudian panas. Nah ini yang menyebabkan genangan yang ada dari hujan tersebut itu menimbulkan breeding places, menimbulkan sarang-sarang nyamuk yang akan semakin banyak nyamuknya berkembang biak,” ucap dr Imran.
“Justru akan lebih aman kalau hujannya itu terus menerus ada, sehingga airnya akan terganti. Justru hujan yang seperti ini sifatnya itu justru berbahaya terkait demam berdarah,” katanya.
(Leonardus Selwyn)