ARSITEKTUR masjid kerap jadi daya tarik, dan hampir di setiap negara pun memiliki bangunan masjid yang menarik.
Salah satunya adalah masjid-masjid berwarna merah, di mana warna cerah tersebut cukup menarik jika dipandang.
Di tiga negara berikut ini terdapat masjid yang memiliki konsep berwarna merah, dan mengandung nilai sejarah di dalamnya.
Jika Anda berkunjung ke masjid unik ini, selain untuk beribadah pun dapat belajar sejarahnya. Berikut ulasan selengkapnya.
1. Masjid Panjunan
Sering juga disebut dengan Masjid Merah Panjunan, yaitu sebuah masjid tua yang berada di Desa Panjunan, Lemahwungkuk, Cirebon. Usia masjid ini sangat tua, dibangun pada 1480 (544 tahun) oleh Syarief Abdurrahman atau Pangeran Panjunan.
(Foto: dok. Yuni Okan)
Pangeran Panjunan adalah seorang keturunan Arab yang memimpin sekelompok imigran dari Baghdad. Kemudian ia menjadi murid Sunan Gunung Jati. Masjid ini juga cukup menarik, yaitu seluruh bangunannya berwarna merah.
Mulanya, masjid tersebut adalah tajug atau mushola sederhana. Dikarenakan lingkungan masjid merah ini adalah tempat bertemunya pedagang dari berbagai suku bangsa.
Kemudian Pangeran Panjunan berinisiatif membangun Mushola tersebut, yakni menjadi masjid dengan perpaduan budaya dan agama sejak sebelum Islam, yaitu Hindu dan Budha.
2. Masjid Lal
Dibangun pada 1965 dan diberi nama Masjid Merah, ini karena semua dinding interiornya berwarna merah. Terletak di Islamabad, yaitu ibu kota Pakistan. Bukan hanya sekadar masjid, Lal juga menjadi lokasi sekolah keagamaan.
(Foto: dok. Travel and Food)
Keberadaannya ini dilindungi oleh anggota-anggota pemerintahan yang sangat berpengaruh. Seperti Perdana Menteri, Kepala Tentara dan Presiden.
Selain itu, Masjid Lal memiliki sejarah yang berkaitan dengan perjalanan negara Pakistan. Pemimpin diktator militer Pakistan di mana masa janatannya paling lama, Jenderal Ziaul Haq memiliki hubungan cukup erat dengan mantan pemimpin masjid merah ini.
Pada masa perang antara Soviet dan Afganistan (1979-1989), Masjid ini menjadi tempat perekrutan dan pelatihan yang bersedia jihad dalam melawan orang-orang Afghanistan.