"Digitalisasi ini sangat berdampak pada keputusan wisatawan untuk bepergian. Jadi ini luar biasa, sosial media juga bisa menjadi inspirasi utama. Maka destinasi juga sektor transportasi harus memerhatikan ini dengan baik," kata Sandiaga.
Terkait pasar Tiongkok, tahun ini diperkirakan 100 juta warga Tiongkok siap melakukan perjalanan wisata khususnya perjalanan jauh long haul. Wisata cruise menjadi salah satu yang diperkirakan akan banyak diminati wisatawan Tiongkok.
"Tapi ini jadi tantangan kita, karena Indonesia masih menerapkan visa policy yang belum membuka, sementara negara tetangga sudah membuka. Kita juga belum memenuhi kuota penerbangan langsung yang cukup. Ini menjadi tantangan sekaligus peluang untuk menarik wisatawan dari Tiongkok," paparnya.

Tren kunci di 2024 secara umum lanjut Sandi,ialah pasar Asia semakin berkembang, mereka akan datang dalam small group dan lebih memilih mengunjungi dan beraktivitas wisata luar ruang seperti ke pantai hingga mengunjungi situs budaya dan sejarah.
"Data-data ini harus dapat kita manfaatkan. Kita harus menggunakan kesempatan ini sebaik-baiknya," ujarnya memungkasi.
(Rizka Diputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.