Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dirjen WHO Kecam Serangan Israel di Rumah Sakit Al-Shifa: Rumah Sakit Tidak Boleh Dijadikan Medan Pertempuran!

Lulu Az Zahra , Jurnalis-Rabu, 20 Maret 2024 |07:00 WIB
Dirjen WHO Kecam Serangan Israel di Rumah Sakit Al-Shifa: Rumah Sakit Tidak Boleh Dijadikan Medan Pertempuran!
WHO kecam serangan Israel di Rumah Sakit Al-Shifa. (Foto: Reuters)
A
A
A

SERANGAN yang dilakukan tentara Israel terhadap Rumah Sakit Al-Shifa di Jalur Gaza dapat membahayakan layanan kesehatan. Terkait hal itu, direktur jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus menekankan bahwa fasilitas layanan kesehatan tidak boleh digunakan sebagai medan pertempuran.

“Kami sangat khawatir dengan situasi di Rumah Sakit Al-Shifa di Gaza utara yang membahayakan pekerja kesehatan, pasien dan warga sipil,” tulis Tedros Adhanom Ghebreyesus melalui akun X.

Melansir dari Anadolu Ajansi pada Rabu (20/03/2024), beberapa hari yang lalu tentara Israel mengumumkan bahwa pasukannya menyerbu rumah sakit. Didalamnya terdapat ribuan orang sakit dan terluka, serta orang-orang yang kehilangan tempat tinggal.

Bahkan, menurut lembaga penyiaran publik Israel KAN, terdapat sekitar 80 warga Palestina ditahan di fasilitas tersebut. Tedros Adhanom Ghebreyesus kembali mengatakan bawa rumah sakit tersebut baru saja memulihkan layanan kesehatan yang minim di Gaza Utara.

Tedros

Setiap militerisasi terhadap fasilitas tersebut akan membahayakan pekerja kesehatan, pasien, dan warga sipil. Tidak hanya itu, layanan kesehatan, akses ambulans, pengiriman bantuan medis, hingga persediaan yang menyelamatkan jiwa juga terkena dampak akibat permusuhan atau militerisasi tersebut. Oleh sebab itu rumah sakit harus dilindungi.

Selanjutnya, kepala badan PBB juga menegaskan bahwa kelaparan akan terjadi dan dapat menimbulkan konsekuensi kesehatan yang serius baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Sebelum terjadinya perang, kekurangan gizi merupakan kejadian langka di Gaza namun kini, banyak orang yang kelaparan dan sakit, hingga sekarat. Menurut Tedros, perdamaian merupakan satu-satunya cara untuk mengembalikan keadaan ini.

Sekadar informasi, Israel telah melancarkan serangan militer mematikan di Gaza sejak serangan lintas batas oleh kelompok Palestina Hamas pada 7 Oktober 2023 yang menewaskan hampir 1.200 orang. Lebih dari 31.700 warga Palestina, sebagian besar perempuan dan anak-anak tewas di wilayah tersebut.

Selain itu, hampir 73.800 lainnya terluka akibat kehancuran dan kekurangan bahan-bahan kebutuhan pokok. Menurut PBB, sebagian besar makanan, air bersih, dan obat-obatan juga dilumpuhkan dalam perang Israel yang membuat 85 persen penduduk Gaza mengungsi. Sementara 60 persen infrastruktur di wilayah tersebut telah hancur.

(Leonardus Selwyn)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement