Selanjutnya Abu Sabha menceritakan bahwa saat masa penahanan penutup matanya sempat turun sedikit, dan dia tidak dapat memperbaikinya karena tangannya diborgol. Melihat kondisi ini, Abu Sabha dibawa untuk dihukum dengan tangan terangkat di atas kepala dan wajahnya menunduk selama tiga jam.
Kemudian tangannya juga dipukuli hingga patah. Selama masa penahanan mereka juga diinterogasi dan ditanya beberapa hal terkait keberadaan mereka pada tanggal 7 Oktober 2024 saat Hamas menyerang Israel pertama kali.
Namun, pernyataan para tenaga medis terkait penyiksaan ini disangkal oleh pihak IDF. Pihak IDF mengatakan bahwa tidak ada penangkapan yang dilakukan terhadap tenaga medis di Rumah Sakit Nasser.
“Kami memiliki alasan yang masuk akal untuk berasumsi bahwa mereka memiliki informasi, jadi kami membawa mereka untuk diinterogasi, namun tidak lebih dari itu. Tidak ada borgol, kami tidak membawa mereka untuk diinterogasi, atau untuk penangkapan lanjutan, tapi untuk tujuan interogasi dan mencoba mendapatkan informasi tentang para sandera atau komandan Hamas yang berada di rumah sakit,” ucap salah seorang pejabat IDF.
(Leonardus Selwyn)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.