Sehingga dipelajarilah kerabat dekat buaya, yakni caiman dan aligator. Nah, dari tujuh aligator di Florida yang direkam saat makan, lima di antaranya menangis, baik sebelum, selama maupun setelah makan.
Inilah yang disebut sebagai Teori Vliet, di mana saat hewan membuka rahang sangat lebar saat makan, maka akan memaksa udara melalui sinus buaya sehingga mengeluarkan air mata.
Meskipun awalnya dipercaya bahwa hanya mamalia yang memiliki kemampuan untuk mengeluarkan air mata, penelitian terbaru telah menunjukkan bahwa reptil, termasuk buaya, juga dapat menghasilkan air mata.

(Foto: Pexels)
Air mata pada buaya memiliki peran dalam melumasi, membersihkan, dan memberikan nutrisi pada mata mereka, demikian menyitir National Geographic.
Terdapat informasi tentang kondisi yang disebut sindrom air mata buaya pada manusia yang baru sembuh dari Bell palsy.
Ini adalah kondisi saat pasien tampak 'menangis' saat makan atau minum. Kadang-kadang, ini disebut sebagai sindrom Bogorad. Nama sindrom ini berasal dari mitos yang mengatakan bahwa buaya menangis saat makan.
Walaupun mitos tentang buaya yang menangis mungkin memiliki asal-usul yang menarik, penting untuk menyelidiki lebih lanjut dan memahami fakta yang sesungguhnya. Penelitian terus dilakukan untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang perilaku dan kemampuan emosional hewan-hewan ini.
(Rizka Diputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.