Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Viral Telur Dadar Disebut Bisa Picu Kanker, Ini Faktanya!

Devi Ari Rahmadhani , Jurnalis-Kamis, 22 Februari 2024 |20:00 WIB
Viral Telur Dadar Disebut Bisa Picu Kanker, Ini Faktanya!
Telur dadar bisa picu kanker? (Foto: Freepik.com)
A
A
A

BEBERAPA waktu lalu, viral informasi tentang telur dadar yang bisa sebabkan kanker. Pernyataan ini pertama kali dijelaskan oleh Iwan Benny selaku founder Konsep Karnus dan dr. Ary Yanuar dalam podcast di saluran YouTube Kasisolusi.

Dalam video tersebut, Iwan Benny menjelaskan jika di dalam telur ada dua zat yang berbeda. Pertama zat avidin di dalam putih telur dan kedua zat biotin yang ada di dalam kuning telur. Kedua kandungan zat tersebut akan terkunci ketika diolah menjadi telur dadar.

“Pada saat asam lemak banyak rantai ganjil ada di kuning telur, avidin (pada putih telur) akan mengunci biotin (pada kuning telur) untuk memecahnya. Apalagi digoreng, ikatan ini akan terkunci dan rusak,” tutur Iwan menjelaskan.

“Akhirnya rantai lemak yang ganjil ini tidak bisa masuk ke dalam darah dan akan membentuk senyawa baru yaitu dari jenis keton radikal. Ini yang akan masuk pada tubuh dan merampas elektron pada DNA dan RNA sehingga terjadilah kanker," katanya.

Telur dadar

Terlait masalah ini, Ketua Himpunan Onkologi Ginekologi Indonesia (HOGI) Dr dr Brahmana Askandar, SpOG SubspOnk menjelaskan bahwa kanker tidak hanya disebabkan oleh satu faktor saja seperti telur dadar.

“Kanker itu multi faktor. Pada intinya ketika pola hidup kita baik dan daya tahan tubuh kita baik, kemudian kita bisa mencegah penyakit-penyakit lain yang bisa dipreferensi misalnya diabetes, obesitas, dan lain-lain ya pasti risiko kanker akan menurun,” kata Brahmana dalam Media Briefing Kementerian Kesehatan, Kamis (22/2/2024).

Lebih lanjut, Brahmana menjelaskan jika cara memasak sebenarnya ada ilmunya sendiri oleh ahli gizi. Namun dirinya sedikit menegaskan kembali jika kanker adalah penyakit multi faktor.

“Contoh nih telur dadar, sudah bagus nih masaknya sesuai panduan dan lain-lain. Tetapi faktor lain juga ada, tetap saja bisa kanker karena kanker tidak single factor,” ucap Brahmana.

“Jadi seseorang terkena kanker tidak mungkin single factor, pasti multi factor,” ujarnya.

(Leonardus Selwyn)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement